Distribusi BBM di Jember Normal Kembali, Gubernur Khofifah Pastikan Suplai Aman

Laporan: Ninis Indrawati

JEMBER | SUARAGLOBAL.COM – Setelah sempat mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat penutupan Jalur Gumitir dan kemacetan parah di Ketapang, distribusi BBM di wilayah Jember kini kembali berjalan normal.

Hal ini merupakan hasil dari langkah cepat dan koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pertamina Patra Niaga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung mengambil tindakan dengan menggelar pertemuan bersama pihak Pertamina untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat Jember tetap terpenuhi. Pertemuan digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu (30/7/2025).

Baca Juga:  TMMD Reguler ke-123 Boyolali Resmi Ditutup, Irdam IV/Diponegoro Tekankan Ketahanan Nasional dan Pemerataan Pembangunan

“Setelah kami berdiskusi langsung dengan pihak Pertamina, saya pastikan pasokan BBM untuk wilayah Jember dalam kondisi aman. Tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat,” ujar Khofifah dalam keterangannya.

Sebagai bentuk mitigasi, alur distribusi BBM yang biasanya berasal dari Tanjung Wangi Banyuwangi dialihkan sementara dari beberapa terminal BBM lain, termasuk Surabaya, Malang, Semarang, Maos, Rewulu, dan Boyolali.

Penambahan rute distribusi ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak penutupan Jalur Gumitir yang merupakan penghubung utama antara Jember dan Banyuwangi.

Khofifah menyebut bahwa pasokan harian untuk 40 SPBU di Jember sudah kembali mendekati angka normal, bahkan melebihi rata-rata harian sebelumnya.

Baca Juga:  Wujudkan Kota Nol Sampah, Wali Kota Salatiga Resmikan TPS3R Cebongan: Dari Pengelolaan Rumah Tangga Menuju Argowisata Ramah Lingkungan

Distribusi ditingkatkan hingga 1.300 KL dari biasanya sekitar 982 KL per hari. Ini bentuk upaya nyata untuk menjaga stabilitas,” katanya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Aji Anom Purwasakti, menjelaskan bahwa Pertamina telah menambah armada pengangkut BBM menjadi 93 unit mobil tangki, termasuk tambahan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY.

“Langkah antisipatif telah kami ambil sejak awal, termasuk saat Jalur Gumitir terindikasi akan ditutup karena longsor. Kami tidak ingin distribusi terganggu, apalagi sampai menimbulkan keresahan masyarakat,” jelas Aji.

Baca Juga:  HPN ke-80 di Ngawi, Insan Pers Teguhkan Marwah dan Profesionalisme di Tengah Derasnya Era Digital

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan BBM.

“Kami terus memantau kondisi lapangan dan memastikan distribusi berjalan lancar. Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Dengan normalnya kembali distribusi BBM, pemerintah daerah berharap aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi di Jember bisa tetap berjalan tanpa gangguan.

Gubernur Khofifah juga mengimbau agar seluruh pihak turut menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu kepanikan di masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!