Ditinggal ke Sawah, Rumah Nenek 64 Tahun di Kuniran Hangus Dilahap Si Jago Merah
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana pagi yang semula tenang di Dusun Krajan, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, mendadak gempar. Sebuah rumah milik Sudarni (64), warga Dukuh Brentolo RT 004 RW 002, hangus dilalap api pada Rabu pagi (11/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh tungku dapur yang masih menyala dan ditinggal pemiliknya pergi ke sawah.
Kapolsek Sine melalui keterangan resminya menyampaikan, api pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal membumbung dari bagian tengah rumah korban.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, Sujiem yang merupakan tetangga korban, sumber api diduga berasal dari tungku dapur yang masih menyala. Api kemudian merambat ke tumpukan kayu bakar dan dinding rumah yang terbuat dari kayu,” jelasnya.
Peristiwa bermula saat korban sejak pagi hari meninggalkan rumah untuk bekerja di sawah. Rumah dalam kondisi kosong setelah aktivitas memasak selesai. Namun tanpa disadari, bara api tungku rupanya belum sepenuhnya padam.
Karena sebagian besar bangunan rumah berbahan kayu dan rangka atap dari bambu, api dengan cepat membesar dan melalap bagian tengah rumah hingga atap.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berhamburan memberikan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, ember dan air sumur, mereka berjibaku memadamkan kobaran api sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan cukup parah terjadi pada bagian tengah rumah dan atap bangunan.
Dari hasil pendataan sementara, total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp40 juta.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Petugas gabungan dari Polsek Sine, Unit Pamapta Polres Ngawi, tim Identifikasi dan Reskrim Polres Ngawi, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Desa Kuniran langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi.
Barang bukti yang diamankan antara lain:
Satu potong pakaian bekas terbakar, Satu potong kayu bakar yang diduga berasal dari dapur, Satu buah kayu sisa bagian atap.
AIPTU Sumardi mewakili Kapolsek Sine mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api di dapur.
“Kami mengingatkan warga agar memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah, apalagi jika rumah dalam keadaan kosong,” tegasnya.
Sudiarta, Kepala Dusun Brentolo, saat ditemui Suaraglobal.com membenarkan kejadian tersebut.
“Benar mas, kami mendapat laporan dari warga bahwa terjadi kebakaran rumah milik Bu Sudarni. Kami langsung melaporkan ke kepala desa dan Polsek Sine. Setelah itu, Polsek Sine bersama Gabungan Relawan Sine (GARASI) segera ke lokasi dan memadamkan api dengan alat seadanya,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi warga, terutama di wilayah pedesaan yang masih menggunakan tungku kayu sebagai alat memasak, agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran. (*)



Tinggalkan Balasan