Double Track Berbuah Manis, Roti Diet Karya Siswa SMAN 1 Tumpang Dilirik Banyak Pihak
Laporan: Ninis Indrawati
MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Kreativitas siswa dalam mengolah pangan lokal kini semakin menunjukkan hasil nyata. Melalui program Double Track, SMAN 1 Tumpang, Kabupaten Malang, berhasil menghadirkan inovasi produk roti sehat yang tidak hanya unik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Produk tersebut bernama Dietary Potato Bread, roti tawar bebas gula berbahan dasar tepung kentang yang dikembangkan oleh siswi berbakat, Arifa Alfionita. Roti ini menjadi salah satu produk unggulan dari program Double Track yang dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan sejak di bangku sekolah.
Tidak sekadar produk percobaan, roti sehat ini telah dilengkapi dengan berbagai legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikat halal. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai langkah SMAN 1 Tumpang ini merupakan contoh nyata keberhasilan program Double Track dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan mandiri secara ekonomi.
“Ketika siswa mampu menghasilkan produk dan dilengkapi legalitas resmi, mereka belajar membangun usaha secara profesional sejak dini,” ujarnya.
Perjalanan Dietary Potato Bread dimulai ketika produk tersebut diperkenalkan dalam ajang Millennial Entrepreneur Award 2024. Dalam kompetisi itu, karya Arifa Alfionita berhasil meraih Siswa Terbaik I kategori Pastry Bakery.
Kesuksesan tersebut berlanjut pada tahun berikutnya. Pada Millennial Entrepreneur Award 2025 yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, produk ini kembali menarik perhatian banyak pihak, termasuk mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Pengakuan tersebut semakin membuktikan bahwa inovasi pangan lokal yang dikembangkan siswa memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi produk komersial.
Keberhasilan Dietary Potato Bread tidak hanya berhenti pada panggung kompetisi. Produk ini juga mulai dilirik dalam berbagai kegiatan resmi.
Pada SMA Awards 2025, panitia bahkan memesan 320 paket roti untuk kebutuhan acara. Sementara dalam peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, tercatat 100 paket roti kembali dipesan.
Pesanan tersebut menjadi bukti bahwa produk siswa tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki pasar yang nyata.
Untuk memastikan produk aman dikonsumsi dan memenuhi standar usaha, pihak sekolah menuntaskan berbagai proses legalitas sejak Januari hingga Februari 2026. Dengan kelengkapan izin usaha dan sertifikasi yang dimiliki, Dietary Potato Bread kini siap dipasarkan secara lebih luas.
Aries Agung Paewai menegaskan bahwa keberhasilan SMAN 1 Tumpang menunjukkan bahwa sekolah tidak lagi sekadar tempat belajar teori.
“Sekolah harus menjadi ruang bagi siswa untuk berinovasi, berkarya, dan membangun kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Ke depan, SMAN 1 Tumpang menargetkan pengurusan paten produk Double Track SVADU sekaligus meningkatkan omzet penjualan. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat luas.
Selain itu, produk pangan karya siswa juga diupayakan masuk sebagai bagian dari subunit penyedia dalam program **Makan Bergizi Gratis.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, SMAN 1 Tumpang membuktikan bahwa inovasi pangan lokal dapat berkembang secara profesional sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda.
Program Double Track pun menjadi bukti nyata bahwa sekolah mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap melanjutkan pendidikan atau bekerja, tetapi juga siap menjadi pencipta lapangan kerja di masa depan. (*)



Tinggalkan Balasan