Edukasi Hukum dan Gender, Mahasiswa UIN Salatiga Beri Penyuluhan bagi Warga Binaan
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Universitas Islam Negeri Salatiga kembali menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat. Kali ini, puluhan mahasiswa dari Fakultas Hukum Keluarga Islam hadir langsung di Rutan Kelas IIB Salatiga untuk menggelar penyuluhan bertema kesetaraan hukum dan gender, Senin (13/04/2026).
Bertempat di aula rutan, kegiatan ini diikuti oleh 25 warga binaan yang tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Bukan sekadar teori, para mahasiswa menyuguhkan pendekatan interaktif yang membuat suasana terasa hidup dan penuh diskusi.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa mengupas tuntas berbagai hal mendasar, mulai dari pengenalan hukum, hak asasi manusia, hingga pentingnya kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun mengena, sehingga mudah dipahami oleh para peserta.
Tak hanya duduk dan mendengarkan, para warga binaan juga diajak aktif berbagi pengalaman dan pandangan melalui sesi tanya jawab. Momen ini pun menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Kehadiran Kepala Sub Seksi Pengelolaan Tahanan, Rondi, turut menambah semangat kegiatan. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para mahasiswa yang dinilai membawa dampak positif bagi warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penyuluhan seperti ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat, khususnya dalam memahami kesetaraan hukum dan gender,” ungkap Rondi.
Menurutnya, edukasi semacam ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan yang lebih humanis di lingkungan pemasyarakatan. Tak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga membangun pola pikir yang lebih terbuka dan adil.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya berkutat di bangku kuliah, tetapi juga hadir memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, termasuk mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para warga binaan mampu memahami hak dan kewajibannya secara lebih baik, serta menerapkan nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari baik selama berada di dalam rutan maupun saat kembali ke tengah masyarakat.
Langkah kecil, namun berdampak besar. Dari balik tembok rutan, semangat perubahan mulai tumbuh. (*)





Tinggalkan Balasan