Edukasi Masyarakat Tentang Hoaks, Diskominfo Jatim Selenggarakan Workshop Cek Fakta

Laporan: Iswahyudi Artya

BLITAR | SUARAGLOBAL.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar workshop edukasi cek fakta untuk masyarakat di Kota Blitar, (06/12/24).

Acara yang digelar di Aula Kecamatan Kepanjenkidul ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat,

Baca Juga:  Michael Wattimena di Kampanye Demokrat di Waepoti: Pilih Pemimpin yang Teruji, Bukan yang Sekadar Coba-Coba

khususnya generasi muda dan aktivis komunitas, mengenai pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, guna mencegah penyebaran hoaks.

Workshop ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk mahasiswa, pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), serta kelompok perempuan penggerak dari wilayah Kota Blitar.

Baca Juga:  Operasi Zebra Semeru 2025 di Tuban: 21 Remaja Balap Liar Diamankan, 17 Motor Disita dalam Razia Tengah Malam

Dalam kesempatan tersebut, Siti Pruwatiningsih, Ketua Tim Relasi Media Bidang IKP Diskominfo Jawa Timur, mengungkapkan bahwa di era digital, masyarakat dihadapkan pada tantangan untuk memilah informasi yang benar dan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Di zaman sekarang, siapa saja bisa menjadi produsen informasi, sehingga penting bagi kita untuk memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkannya. Tanpa verifikasi yang tepat, informasi bisa dengan mudah berubah menjadi hoaks yang meresahkan masyarakat,” kata Siti Pruwatiningsih.

Baca Juga:  Konvoi Liar di Jalan Raya Bikin Resah, Polres Lamongan Amankan Ratusan Motor Tak Sesuai Aturan

Dalam workshop ini, para peserta diajarkan tentang teknik-teknik cek fakta yang bisa dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi.

Dyah Larasati dan Roziki Alianto, narasumber dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Surabaya, memaparkan pentingnya dua metode utama dalam melawan hoaks, yakni prebunking dan debunking.

Baca Juga:  Tabrakan di Jalan Diponegoro Salatiga, Sepeda Motor Terbakar Usai Hantam Truk

Roziki Alianto menjelaskan bahwa prebunking adalah langkah proaktif untuk mencegah hoaks dengan mengedukasi masyarakat lebih awal, sementara debunking adalah upaya untuk meluruskan informasi yang sudah tersebar.

Sebelum menyebarkan informasi atau membuat konten, pastikan untuk cek fakta dulu. Ini akan membantu kita menghindari penyebaran informasi yang salah,” ujar Roziki.

Baca Juga:  Sinergi TNI-Polri dan Warga Desa: TMMD Sengkuyung Tahap IV di Tambakboyo Sukses Rampung, Dandim 0726/Sukoharjo Serahkan Naskah Hasil Pembangunan kepada PJ Bupati Sukoharjo

Kepala Diskominfotik Kota Blitar, Mujiyanto, juga mengungkapkan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menyaring informasi yang mereka terima. Mengingat hampir semua orang kini bergantung pada media sosial untuk mendapatkan informasi, kesadaran akan pentingnya verifikasi fakta sangat diperlukan.

Di era digital ini, semua orang harus bisa memilah dan memilih informasi dengan bijak. Workshop ini sangat bermanfaat agar kita bisa lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi,” ungkap Mujiyanto.

Baca Juga:  Ketika Emosi Tak Terkendali: Pria Pecahkan Kaca Rumah Mantan Istri di Blotongan

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan cara-cara cek fakta, tetapi juga untuk membangun budaya informasi yang sehat di kalangan masyarakat.

Dengan membekali peserta dengan pengetahuan tentang cara-cara verifikasi informasi, Diskominfo Jatim berharap dapat mengurangi penyebaran hoaks yang sering menimbulkan kebingungan dan konflik di masyarakat.

Baca Juga:  Terekam Jernih, Terjerat Pasti: Pembobol Toko Spesialis Dibekuk Polsek Kenjeran

Melalui workshop ini, kami ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen informasi yang bertanggung jawab,” tutup Siti Pruwatiningsih.

Dengan pelaksanaan workshop ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya cek fakta dapat semakin meningkat, terutama di kalangan pemuda dan komunitas yang aktif menggunakan media sosial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!