Geger Pagi Hari di Pabelan! Tukang Tebas Ditemukan Meninggal di Atas Pohon

Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana pagi yang biasanya tenang di Dusun Brangkongan, Desa Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan mendadak berubah menjadi geger. Warga dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang tewas di atas pohon kelapa, Sabtu pagi (14/3/2026) sekitar pukul 07.10 WIB.

Korban diketahui bernama Suharno (50), warga Dusun Brangkongan Lor, desa setempat. Pria tersebut selama ini dikenal warga sebagai pencari dan penjual janur atau yang biasa disebut “tukang tebas”, profesi yang cukup dibutuhkan menjelang Lebaran karena janur digunakan untuk membuat ketupat.

Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh anak korban, Jepri. Pagi itu ia merasa heran karena ayahnya tidak berada di rumah seperti biasanya.

Karena khawatir, Jepri kemudian berinisiatif mencari ayahnya di sekitar rumah dan kebun tempat sang ayah biasa bekerja. Saat itulah ia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.

Baca Juga:  Kolaborasi Harmonis: Media dan Polres Salatiga Bersatu Wujudkan Pilkada Berlangsung Kondusif

Dari kejauhan, ia melihat tubuh ayahnya berada di atas pohon kelapa dalam posisi yang tidak biasa.

Merasa panik, Jepri langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan tersebut membuat warga berdatangan ke lokasi dan memastikan kondisi korban.

Saat dilihat lebih dekat, tubuh Suharno ternyata sudah tidak bergerak.

Camat Pabelan, Surihanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban memang berangkat sejak pagi untuk mencari janur yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Korban sehari-hari bekerja mencari janur atau kelapa. Pagi itu sebenarnya kondisi kesehatannya kurang fit, tetapi tetap memaksakan diri bekerja,” ujar Surihanto.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian tragis tersebut, korban sempat memanjat dua pohon kelapa dan berhasil mengambil janur.

Baca Juga:  Respons Kilat di Kaki Semeru: Polres Lumajang Dirikan Posko Darurat Piket Nol untuk Percepat Penanganan Bencana

Namun saat memanjat pohon ketiga, diduga korban mengalami kelelahan.

Selain kondisi tubuh yang kurang sehat, korban juga diketahui sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Hal itu diduga semakin memperberat kondisi fisiknya saat bekerja memanjat pohon kelapa yang cukup tinggi.

“Diduga korban kelelahan saat memanjat pohon ketiga. Apalagi kondisi tubuhnya tidak fit dan sedang berpuasa,” jelas Surihanto.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera melaporkannya kepada aparat setempat.

Mendapat laporan dari warga, petugas gabungan langsung menuju lokasi kejadian. Tim yang datang terdiri dari Polsek Pabelan, Koramil Pabelan, Puskesmas Pabelan, Satpol PP, Damkar, BPBD, serta relawan.

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Petugas harus memanjat pohon kelapa untuk menjangkau tubuh korban yang berada di ketinggian.

Baca Juga:  Polres Boyolali Tangkap Dua Tersangka Penganiayaan di Angkringan

Dengan penuh kehati-hatian, tubuh korban akhirnya berhasil diturunkan dari atas pohon.

Setelah berhasil dievakuasi, tim medis dari Puskesmas Pabelan langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa Suharno telah meninggal dunia.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Pemerintah setempat juga langsung berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban melalui pemerintah desa.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar, karena Suharno dikenal sebagai sosok pekerja keras yang sehari-hari mencari nafkah dengan memanjat pohon kelapa demi menghidupi keluarganya.

Kini, kepergiannya secara tragis menjadi pengingat betapa beratnya perjuangan para pencari janur yang mempertaruhkan keselamatan demi memenuhi kebutuhan hidup. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!