Gen-Z Disiapkan Jadi Pemimpin 2045, JSIT Jateng Gelar Youth Leadership Training di Solo

Laporan: Tedy M

SURAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar kegiatan Youth Leadership Training bertajuk “Memaksimalkan Peran Pemuda Islam, Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045”. Agenda pembinaan kepemimpinan tersebut berlangsung pada Ahad, 25 Januari 2026 di Insan Mulia Convention Hall, Solo.

Training ini dirancang sebagai sarana penguatan visi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan pelajar Muslim dalam memasuki fase bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2035–2045.

Bonus Demografi Perlu SDM Berkualitas

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Siswa JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Wasis Pambudi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa bonus demografi hanya akan membawa manfaat jika diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:  Pemkot Salatiga–BGN Perkuat Sinergi, Tiga Dapur SPPG Siap Dibangun untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

“Bonus demografi yang ada patut disyukuri. Akan tetapi lebih bijak dan cerdas apabila diiringi ikhtiar mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, berprestasi, dan berdaya saing,” ungkap Wasis.

Ia menambahkan bahwa generasi muda harus mampu mengelola dan memanfaatkan potensi sumber daya alam serta teknologi untuk kemajuan peradaban manusia.

Hadirkan Ilmuwan Indonesia Kelas Dunia

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari SMA/SMK IT berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar, M.Eng., salah satu ilmuwan Indonesia yang dikenal luas di forum ilmiah dunia. Ia pernah menjadi pembicara internasional dalam bidang Quantum Technology dan Meaningful Digital Transformation.

Dalam paparannya, Prof. Khoirul memaparkan indikator visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  KONI Buru Selatan Diminta Evaluasi PSSI Usai Konflik Liga Futsal Angkatan: “Liga Harus Jadi Ajang Persatuan, Bukan Sumber Konflik

“Pertama, Indonesia masuk 5–7 besar ekonomi dunia. Kedua, menjadi hub teknologi di ASEAN. Ketiga, dihormati sebagai negara produsen ilmu dan teknologi, bukan sekadar pasar. Keempat, mandiri dalam keamanan siber dan teknologi strategis. Kelima, memiliki kapabilitas quantum technology,” jelasnya.

Namun ia menegaskan bahwa bonus demografi bukan jaminan keberhasilan.

“Bonus demografi tidak sama dengan jaminan kemajuan. Apabila salah kelola akan menjadi beban sosial ekonomi. Tahun 2045 saat pemuda hari ini menjadi pemimpin dan pengambil keputusan,” lanjutnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan negara ditentukan bukan pada jumlah pemudanya, melainkan pada kualitas kepemimpinannya.

Pesan Prestasi dan Kecintaan Pada Ilmu

Di hadapan ratusan peserta, Prof. Khoirul berpesan agar pelajar terus menumbuhkan etos belajar dan keilmuan.

Baca Juga:  "Resik-Resik Kutho" di Pasar Cengek: Kolaborasi Lintas Sektor Demi Salatiga Bersih dan Berdaya Saing

“Dimanapun Anda nanti melanjutkan studi, ukirlah prestasi. Belajarlah sungguh-sungguh, bacalah jurnal penelitian, dan cintailah semua ilmu. Jangan berhenti berinteraksi dengan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah sumber ilmu,” ujarnya.

Bangun Generasi Emas Berbasis Visi Islam

Melalui kegiatan ini, JSIT Jawa Tengah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki integritas dan visi peradaban yang kuat.

Kegiatan ditutup oleh pernyataan resmi dari Humas JSIT Jawa Tengah serta penegasan dukungan lembaga oleh Ketua JSIT Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, S.Sos., S.Pd.

“Kami ingin memastikan lahirnya generasi muda Muslim yang siap menjadi lokomotif perubahan Indonesia menuju generasi emas 2045,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!