Gubernur Jatim Dorong BPD Tingkatkan Daya Saing Melalui Transformasi Teknologi

Laporan: Bagas

MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi guna meningkatkan daya saing mereka di tengah era digitalisasi yang semakin pesat, (16 Januari 2025).

Baca Juga:  Emas Hijau Idola Para Petani di Wilayah Pakis Kabupaten Magelang

Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD Seluruh Indonesia (FKDK-BPDSI) yang berlangsung di Grand Mercure Hotel Malang, Kamis (16/1/2025).

Adhy Karyono menegaskan bahwa BPD memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam menggerakkan sektor UMKM dan meningkatkan daya saing daerah. Namun, untuk mewujudkan itu, BPD harus mampu memanfaatkan teknologi digital yang berkembang pesat untuk meningkatkan kinerja dan layanan mereka.

Baca Juga:  Satukan Program Lintas OPD, Wakil Wali Kota Salatiga Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan 2025–2029

Kami optimis, BPD sebagai penggerak ekonomi daerah berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. Namun, itu semua hanya bisa tercapai jika BPD mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, terutama dalam hal teknologi,” ujar Adhy.

Menurutnya, digitalisasi dan transformasi teknologi bukan hanya memberikan peluang, tetapi juga tantangan yang harus dihadapi oleh BPD. Salah satu peluang terbesar adalah peningkatan layanan digital yang dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui platform mobile banking.

Baca Juga:  Jimbaran Hub Jadi Pusat Kolaborasi Seni dan Budaya Internasional, Sukses Gelar AXEAN Festival 2024

Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap transaksi keuangan memberi peluang yang harus disikapi dengan bijak. Adaptasi terhadap teknologi digital menjadi kebutuhan utama bagi BPD agar tetap kompetitif dan mempertahankan nasabah yang kini lebih memilih transaksi melalui smartphone,” tambah Adhy.

Namun, di balik manfaat teknologi, Adhy juga mengingatkan akan adanya potensi ancaman dari kejahatan siber, yang dapat merugikan BPD dan nasabahnya. Dengan lebih dari 1.900 serangan siber yang menargetkan sektor perbankan setiap bulannya, perlindungan data dan sistem keamanan menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga:  Edukasi Pajak Menyapa Desa: Pemkab Sidoarjo Gaungkan Kesadaran Lewat Opsen PKB, BBNKB, dan BPHTB

Keamanan siber adalah tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perbankan, dan lembaga keamanan siber untuk memperkuat sistem keamanan dan memastikan bahwa transformasi digital berjalan dengan aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Adhy.

Sementara itu, Ketua Umum FKDK-BPDSI, Bahrullah Akbar, juga menekankan pentingnya pertemuan seperti ini untuk memperkaya wawasan dan memperkuat pengawasan terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Ia berharap dengan pengawasan yang ketat, BPD dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan, serta meminimalisir risiko yang dapat merugikan institusi.

Baca Juga:  Satlantas Malang Andalkan ETLE & Edukasi, Kecelakaan Turun Drastis Selama Operasi Patuh 2025

Pengawasan yang efektif memastikan bahwa prinsip tata kelola perusahaan diterapkan dengan konsisten. Ini penting agar BPD dapat beroperasi secara sehat dan tetap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar Bahrullah.

Seminar dan Rakernas FKDK-BPDSI ini menjadi momentum penting bagi BPD untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan serta memanfaatkan peluang di era digital.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Malang Gerebek Kos di Kepanjen, 21 Poket Sabu Siap Edar Disita dari Pengedar

Diharapkan, melalui kolaborasi yang lebih erat, BPD dapat bertransformasi menjadi lembaga yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi, serta berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Dengan adanya dorongan dari Pj Gubernur Jatim dan forum ini, BPD diharapkan dapat terus meningkatkan daya saingnya melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, menjaga keamanan data nasabah, dan berperan aktif dalam mendukung perekonomian daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!