Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang, Arus Malang–Kediri Sempat Terhambat
Laporan: Ninis Indrawati
MALANG | SUARAGLOBAL.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang pada Jumat malam (23/1/2026) tak hanya membawa udara dingin, namun juga menyebabkan gangguan serius pada jalur utama penghubung Malang–Kediri. Sebuah pohon berukuran besar dilaporkan tumbang di Jalan Brigjend Abd Manan Wijaya, tepatnya di Dusun Dadapan Wetan, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, sekitar pukul 21.30 WIB.
Batang pohon yang ambruk tersebut menutup sebagian badan jalan dan membuat pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan. Situasi semakin berbahaya mengingat kondisi hujan deras dan jarak pandang yang terbatas.
Respons Cepat Kepolisian
Tak lama setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek Pujon, Aipda Eko Muji, bergerak cepat menuju lokasi. Setibanya di titik kejadian, ia langsung berkoordinasi dengan warga dan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat.
Petugas menggunakan alat pemotong untuk merapikan dahan dan ranting yang melintang di badan jalan. Di tengah upaya evakuasi material pohon, kepolisian juga turut mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kecelakaan kendaraan.
“Kami memprioritaskan pembersihan bahu jalan agar jalur utama ini bisa segera dilalui kembali. Mengingat visibilitas yang terbatas akibat hujan, kami juga melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Aipda Eko Muji di lokasi kejadian.
Jalur Kembali Normal
Upaya evakuasi berlangsung cepat. Tak sampai lama, sisa material pohon berhasil dipindahkan ke tepi jalan sehingga jalur kembali terbuka untuk kendaraan dari kedua arah. Arus lalu lintas yang sempat tersendat kini kembali lancar.
Meski situasi telah kondusif, Polsek Pujon mengingatkan masyarakat, terutama pengguna jalur wisata Malang–Kediri, untuk lebih berhati-hati saat cuaca ekstrem.
Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa wilayah Pujon termasuk zona rawan pohon tumbang serta tanah longsor ketika curah hujan tinggi.
“Pengguna jalan kami imbau tetap waspada. Cuaca ekstrem membuat wilayah perbukitan seperti Pujon rentan terjadi insiden serupa,” ujar Eko. (*)


Tinggalkan Balasan