Humas Polri Jadi Garda Informasi, Kadivhumas Tekankan Peran Strategis Kawal Mudik Lebaran 2026
Laporan: Yopi
JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Republik Indonesia semakin mematangkan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah dengan menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas dalam rangka Operasi Ketupat 2026.
Apel tersebut menjadi simbol kesiapan seluruh jajaran kehumasan Polri dalam mengawal arus informasi kepada masyarakat selama berlangsungnya operasi pengamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Humas Polri memiliki peran vital dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, akurat, serta dapat dipercaya terkait berbagai perkembangan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Menurutnya, komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik dan keamanan masyarakat.
“Melalui apel kesiapan ini, kami menegaskan kembali pentingnya peran Humas Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026,” ujar Kadivhumas Polri.
Ia menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang jelas terkait berbagai hal, seperti kondisi arus lalu lintas, kebijakan rekayasa jalan, hingga layanan-layanan yang telah disiapkan oleh Polri bersama instansi terkait.
Mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan kembali menjadi salah satu mobilitas masyarakat terbesar di Indonesia. Berdasarkan perkiraan, potensi pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143 juta orang, atau sekitar 50,2 persen dari total populasi nasional.
Para pemudik diperkirakan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari kendaraan pribadi, bus, kereta api, kapal laut hingga pesawat udara.
Besarnya jumlah pemudik tersebut membuat pengamanan dan pengaturan lalu lintas menjadi perhatian utama pemerintah dan aparat keamanan.
Untuk memastikan seluruh rangkaian mudik berjalan aman dan tertib, Polri bersama TNI serta berbagai stakeholder terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 yang digelar mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 389.681 personel gabungan akan diterjunkan di berbagai wilayah Indonesia guna melakukan pengamanan jalur mudik, objek vital, serta pusat-pusat keramaian masyarakat.
Selain personel, Polri juga telah menyiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Pos-pos tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis seperti jalur mudik utama, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga kawasan wisata untuk memberikan pelayanan sekaligus rasa aman bagi masyarakat.
Dalam Operasi Ketupat tahun ini, aparat juga akan melakukan pengamanan terhadap 185.544 objek penting di seluruh Indonesia.
Objek tersebut meliputi:
121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, 182 bandara.
Selain itu, berbagai titik keramaian masyarakat lainnya juga menjadi fokus pengamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus mudik dan balik, Polri juga menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas.
Di antaranya adalah penerapan contraflow dan sistem one way yang akan diberlakukan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan serta hasil traffic counting.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret dan 28 Maret 2026.
Tak hanya fokus pada pengamanan lalu lintas, Polri juga akan meningkatkan patroli di kawasan rawan kriminalitas, termasuk pemukiman warga yang ditinggalkan saat mudik.
Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi kejahatan seperti pencurian rumah kosong selama masa libur Lebaran.
Di sisi lain, layanan hotline Polri 110 juga dioptimalkan agar masyarakat dapat dengan cepat melaporkan berbagai kejadian darurat maupun gangguan keamanan selama perjalanan mudik.
Kadivhumas Polri juga mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan matang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, menjaga kesehatan selama perjalanan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa semangat pelayanan tersebut sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” (*)



Tinggalkan Balasan