IPARI Kabupaten Semarang Gelar Raker Lintas Iman, Rumuskan Program Penguatan Penyuluh

Laporan: Wahyu Widodo

KAB SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Kabupaten Semarang. Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Semarang menggelar Rapat Kerja (Raker) sekaligus kegiatan Upgrading di Hotel Kusma, Bandungan, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Agenda tahunan tersebut mengusung tema “Menuju Penguatan Kapasitas Penyuluh dan Penataan Organisasi IPARI Kabupaten Semarang.”

Sebanyak 91 penyuluh agama lintas fungsi dari lima agama—Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha—menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran lintas iman ini mempertegas peran strategis penyuluh dalam menjaga kerukunan dan harmonisasi kehidupan beragama di wilayah Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Setetes Air Bentuk Kepedulian Komunitas Panther Mania Korwil Semarang

Rumuskan Program Kerja dan Evaluasi Organisasi

Forum raker difokuskan pada penyusunan program strategis satu tahun ke depan serta evaluasi kinerja organisasi. Langkah ini dilakukan agar peran penyuluh tetap relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, H. Ta’yinul Birri Bagus Nugroho, turut hadir dan memberikan arahan mengenai urgensi dampak kerja penyuluh di lapangan.

“Setiap kegiatan harus berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong terbangunnya kerja sama lintas sektor serta membuka ruang aspirasi melalui raker tersebut.

Baca Juga:  Sidoarjo Raih Penghargaan K3: Bukti Komitmen Keselamatan Kerja di Jawa Timur

“Program harus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan negara,” tambahnya.

Jawab Persoalan Sosial dan Perkuat Toleransi

Kepala Bidang Kepegawaian, H. Mohamad Sholichin, menyampaikan harapan agar hasil raker mampu menjawab persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.

“Semoga menjadi solusi nyata dan memperkuat toleransi,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Semarang periode 2023–2028, Ahmad Fanani, menilai sesi upgrading sebagai bagian yang tidak kalah penting.

“Masalah masyarakat makin kompleks,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas intelektual penyuluh menjadi kebutuhan mutlak agar penyuluh mampu memberikan edukasi yang tepat di tengah dinamika masyarakat modern.

Baca Juga:  Polda Jatim Gelar Rakernis Bidhumas 2025, Dorong Transformasi Komunikasi di Era Digital

“Agar keilmuan tetap tajam dan tidak ketul,” tandasnya.

Penguatan Kolaborasi Lintas Iman

Selain konsolidasi organisasi, momen tersebut menjadi ruang penting bagi penyuluh lintas agama untuk memperkuat dialog serta kolaborasi dalam memelihara kerukunan antarumat beragama. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.

Acara ditutup dengan penyampaian rekomendasi hasil raker yang akan menjadi dasar program IPARI Kabupaten Semarang selama tahun 2026, sekaligus peta jalan penguatan penyuluh dalam menghadapi tantangan sosial ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!