Jadikan Al-Qur’an Charger Iman, Yayasan Bina Insan Taqwa Gembleng Pegawai Lewat Mukhoyyam

Laporan: Andi Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami, Yayasan Bina Insan Taqwa kembali menggelar kegiatan pembinaan pegawai melalui Mukhoyyam Al-Qur’an, Sabtu (3/1). Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Rapat Kerja Unit Yayasan Bina Insan Taqwa yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Mukhoyyam Al-Qur’an dirancang sebagai ruang pembinaan spiritual yang bertujuan menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan para pegawai, baik tenaga pendidik maupun nonpendidik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam membentuk insan-insan pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga kuat secara iman dan akhlak.

Baca Juga:  Momentum HUT KORPRI ke-54, Sebanyak 908 PPPK Terima SK dari Wali Kota Robby Hernawan

Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan. Para pegawai mengikuti rangkaian murojaah dan ziyadah dengan penuh kesungguhan, menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber energi spiritual yang menguatkan niat dan motivasi dalam menjalankan amanah pekerjaan sehari-hari.

Kepala HRD Yayasan Bina Insan Taqwa, Widi Setianah, menjelaskan bahwa Mukhoyyam Al-Qur’an merupakan program strategis yayasan dalam membangun karakter pegawai berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

“Bersama Al-Qur’an, Menjadi Guru Penuntun Peradaban merupakan tagline yang kami usung dalam kegiatan ini. Kami juga menetapkan target ziyadah lima halaman dan murojaah dua juz bagi para hafiz dan hafizah pada 29 Desember 2025, serta target ziyadah tiga halaman dan murojaah satu juz pada 3 Januari 2026,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Pimpin Serah Terima Jabatan di Lingkungan Polda Jawa Timur

Menurut Widi, penetapan target yang jelas dan terukur ini diharapkan mampu memotivasi para ustaz dan ustazah untuk terus menjaga konsistensi hafalan, melatih kedisiplinan, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan semangat spiritual yang berdampak positif terhadap produktivitas dan profesionalisme kerja.

Hasilnya pun menggembirakan. Pada Mukhoyyam Al-Qur’an kali ini, capaian rata-rata peserta dinilai telah memenuhi target yang ditetapkan. Bahkan, capaian tertinggi berupa ziyadah sebanyak 13 halaman berhasil diraih oleh Nabila Nur Annisa Kusuma Putri, yang menjadi inspirasi dan motivasi bagi peserta lainnya.

Selain sebagai sarana peningkatan hafalan, Mukhoyyam Al-Qur’an juga menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan sinergi antarpegawai di lingkungan Yayasan Bina Insan Taqwa. Suasana kebersamaan yang dibalut nilai-nilai keagamaan diyakini mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan, semangat kolektif, serta komitmen bersama dalam mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD-Sekda DKI Jakarta Diduga Kongkalikong Loloskan Puluhan Kader PDIP jadi Pejabat Eselon II

Melalui kegiatan ini, yayasan menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar dihafalkan, tetapi harus menjadi “charger iman” yang menguatkan langkah profesional dan spiritual para pegawai. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya tersimpan dalam ingatan, namun tercermin nyata dalam sikap, perilaku, serta kualitas pelayanan dan pengabdian para ustaz dan ustazah di lingkungan Yayasan Bina Insan Taqwa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!