Jalur Nasional Trenggalek Lumpuh Diterjang Longsor, DPRD Jatim Desak Bina Marga dan PUPR Bertindak Cepat
Laporan: Ninis Indrawati
TRENGGALEK | SUARAGLOBAL.COM – Bencana longsor kembali mengganggu jalur transportasi utama di wilayah Kabupaten Trenggalek. Material tanah dan batu yang menutup sebagian badan jalan di jalur nasional menyebabkan arus kendaraan antardaerah tersendat dan memicu kemacetan cukup panjang.
Peristiwa ini terjadi di salah satu titik jalur strategis yang selama ini menjadi akses vital mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. Akibatnya, kendaraan dari berbagai daerah harus melambat bahkan bergantian melintas karena kondisi jalan yang tidak sepenuhnya aman.
Sejumlah pengendara, terutama sopir kendaraan angkutan barang, mengaku kesulitan melintas karena material longsor masih berserakan di badan jalan. Selain itu, kondisi tebing di sekitar lokasi juga dinilai rawan terjadi longsor susulan, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Menanggapi kondisi ini, Anggota DPRD Jawa Timur dari PKS, Agus Cahyono atau yang akrab disapa Agus Cah, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menangani longsoran tersebut.
Menurutnya, jalur yang terdampak merupakan jalan nasional yang memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, ia menilai penanganan tidak boleh dilakukan secara lambat.
“Ini adalah jalan nasional yang menjadi aset negara dan jalur vital bagi masyarakat. Penanganannya harus cepat dan serius, karena tidak ada jalur alternatif yang benar-benar memadai,” tegasnya.
Agus juga menyoroti titik longsor yang berada di kilometer 16. Ia meminta agar penanganan tidak hanya fokus pada pembersihan material longsor di badan jalan, tetapi juga melakukan pengecekan secara menyeluruh hingga ke sumber longsoran di area tebing atau bukit di atasnya.
Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi.
Lebih lanjut, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Timur itu juga mendorong adanya langkah pencegahan jangka panjang. Salah satunya dengan melakukan pemetaan titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur nasional yang melintasi wilayah Trenggalek.
Selain itu, ia meminta agar dilakukan pengecekan rutin terhadap kondisi tebing di sepanjang jalur tersebut, termasuk melakukan penebangan pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan pengguna jalan.
“Langkah antisipatif harus dilakukan, mulai dari pemetaan titik rawan longsor, pemantauan kondisi tebing secara berkala, hingga penanganan vegetasi yang berpotensi memicu longsor,” jelasnya.
Agus juga menekankan pentingnya pemasangan rambu-rambu peringatan di lokasi rawan longsor serta kesiapsiagaan petugas di lapangan untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Dengan langkah cepat dan antisipatif dari pemerintah pusat melalui Bina Marga dan Kementerian PUPR, ia berharap risiko kecelakaan akibat longsor dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur vital tersebut.
“Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Kita berharap penanganan cepat dilakukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terus terganggu,” pungkasnya. (*)


Tinggalkan Balasan