Jalur Tempursari–Pronojiwo Terancam Longsor Susulan, Polisi dan Warga Bergerak Cepat Pasang Bronjong

Laporan: Ninis Indrawati

LUMAJANG | SUARAGLOBAL.COM – Semangat gotong royong kembali terlihat di wilayah Kabupaten Lumajang. Puluhan personel kepolisian bersama warga turun langsung ke lokasi longsor di jalur penghubung Kecamatan Tempursari menuju Kecamatan Pronojiwo untuk melakukan penanganan darurat, Rabu (4/3/2026).

Aksi cepat tersebut dilakukan oleh jajaran Polres Lumajang Polda Jawa Timur melalui Polsek Tempursari dengan memasang ratusan bronjong sederhana berupa sak berisi pasir. Bronjong itu disusun di titik longsoran sebagai penahan tanah agar tidak kembali ambrol.

Langkah ini menjadi solusi darurat guna mengantisipasi longsor susulan setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kapolsek Tempursari Sukirno menjelaskan bahwa pemasangan bronjong menjadi langkah awal untuk memperkuat struktur tebing yang longsor.

Baca Juga:  Harmony of Love & Prosperity Dijaga Ketat, Polisi Amankan Titik Keramaian Kota Malang

“Pemasangan bronjong dari sak berisi pasir ini merupakan penanganan darurat agar tanah tidak kembali longsor, terutama saat curah hujan masih tinggi,” ujar Iptu Sukirno di lokasi kegiatan.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti tersebut juga melibatkan warga sekitar yang dengan sukarela membantu proses pengisian dan penyusunan sak pasir di sepanjang titik rawan longsor.

“Ini bentuk sinergi antara polisi dan masyarakat. Kami bersama warga memasang bronjong untuk menahan pergerakan tanah agar tidak terjadi longsor susulan yang bisa memperparah kerusakan,” tambahnya.

Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas di jalur penghubung Tempursari–Pronojiwo sempat terganggu. Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, petugas memberlakukan sistem buka tutup bagi kendaraan yang melintas.

Kendaraan roda empat masih diperbolehkan melintas, namun harus bergantian dengan pengawasan ketat dari personel kepolisian yang berjaga di lokasi.

Baca Juga:  Ini Pesan Presiden Joko Widodo Dalam Acara Buka Puasa Bersama Pimpinan Lembaga Negara

“Kami menerapkan sistem buka tutup demi keselamatan pengguna jalan. Personel kami siagakan untuk mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dapat melintas secara bergantian dengan aman,” jelasnya.

Petugas juga terus memantau kondisi tanah di sekitar tebing yang longsor untuk memastikan tidak ada pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Peristiwa longsor tersebut diketahui terjadi pada Minggu malam (1/3/2026) di ruas jalan yang menghubungkan Desa Kaliuling dengan Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari.

Longsor dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama hingga menyebabkan bahu jalan ambrol dan sebagian badan jalan tergerus material tanah.

Berdasarkan data di lapangan, longsoran memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang kurang lebih 6 meter dan lebar sekitar 2 meter.

Baca Juga:  Pria Paruh Baya Penderita Gangguan Mental, Alami Patah Tulang Kaki Kiri Setelah Diduga Dianiaya Oleh Tetangganya

Kondisi ini membuat jalur penghubung antara Kecamatan Tempursari dan Pronojiwo menjadi rawan bagi pengguna jalan, terutama saat hujan turun.

Selain melakukan penanganan darurat, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor di musim penghujan.

Pengendara diminta mengurangi kecepatan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Polres Lumajang bersama instansi terkait saat ini juga terus berkoordinasi untuk melakukan penanganan lanjutan agar akses jalan antar kecamatan tersebut dapat kembali normal dan aman digunakan masyarakat.

Sementara itu, upaya pemasangan bronjong di lokasi longsor diharapkan mampu menjadi penguatan sementara hingga proses perbaikan permanen dapat dilakukan oleh pihak terkait. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!