Jatim Kejar Lonjakan TKA 2026: Dinas Pendidikan Jatim Luncurkan Strategi Baru, TKA Clinic dan Digital Learning untuk Dongkrak Kompetensi

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menyusun langkah strategis untuk meningkatkan capaian Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada tahun 2026. Dua program utama yang saat ini tengah dipersiapkan yakni pelaksanaan TKA Clinic di sekolah-sekolah serta penguatan ekosistem pembelajaran digital sebagai tindak lanjut evaluasi TKA Jawa Timur tahun 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa hasil TKA menjadi kompas penting dalam pengambilan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di tingkat provinsi.

“Hasil TKA ini menjadi pijakan kami untuk berbenah. Kami menyiapkan TKA Clinic dan platform digital agar guru dan murid memiliki dukungan yang lebih kuat dalam meningkatkan kompetensi akademik,” ujar Aries di Surabaya, (09/01/2026).

Jatim Peringkat Kelima Nasional

Baca Juga:  Polres Malang Intensifkan Edukasi Anti-Bullying Demi Sekolah Aman dan Nyaman

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat Jawa Timur berada pada peringkat kelima nasional pada hasil TKA 2025. Nilai rerata sejumlah mata pelajaran masih mencatat ruang perbaikan, di antaranya:

Matematika: 36,77

Bahasa Inggris: 25,35

Bahasa Indonesia: 56,98

Capaian tersebut mendorong Dindik Jatim untuk melakukan intervensi terarah terutama pada aspek literasi, numerasi, serta penalaran.

TKA Clinic: Intervensi untuk Sekolah Berisiko

Menurut Aries, TKA Clinic akan difokuskan pada sekolah-sekolah yang memiliki capaian rendah. Program ini berisi pelatihan intensif pengerjaan soal berbasis penalaran dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi siswa kelas akhir, serta pendampingan guru dalam penyusunan strategi pembelajaran dan penilaian.

Selain pendampingan, model peer learning juga diterapkan.

“Kami akan mereplikasi praktik baik dari sekolah-sekolah dengan capaian unggul ke sekolah yang memerlukan intervensi, sehingga peningkatan dapat berlangsung lebih merata,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Salatiga Hadirkan Badut Zebra, Sebagai Wujud Kepedulian Untuk Meningkatkan Ketertiban dan Kedisiplinan Berlalu Lintas

Digitalisasi Pembelajaran: LMS & Digital Vault

Selain intervensi tatap muka, Dindik Jatim memperkuat pemanfaatan teknologi melalui pengembangan Learning Management System (LMS) tingkat provinsi. Platform tersebut akan menyediakan:

Bank soal TKA, Video pembahasan, Modul belajar mandiri, Fitur monitoring capaian.

Seluruh sekolah di Jawa Timur dapat mengakses LMS sebagai pendukung kegiatan belajar maupun penugasan terstruktur.

Tak berhenti di situ, Dindik Jatim juga menyiapkan Jatim Learning Digital Vault, sebuah sistem pembelajaran digital berisi video, modul interaktif, dan bank soal dengan akses yang lebih aman, terkurasi, dan berkelanjutan.

“Platform digital ini kami siapkan sebagai ekosistem pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi akademik secara berkelanjutan,” tambah Aries.

Baca Juga:  Kecelakaan Tunggal di Sembir Salatiga, Mobil Tabrak Tembok, Dua Luka Ringan, Ini Jelasnya 

Guru Tetap Menjadi Kunci

Aries menegaskan bahwa peningkatan nilai TKA tidak dapat dipisahkan dari kualitas guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Karena itu, penguatan kompetensi guru melalui workshop, pelatihan, dan pendampingan kurikulum terus dilakukan.

Dindik Jatim juga mendorong pemanfaatan perangkat digital seperti panel interaktif yang sudah tersedia di sejumlah sekolah. Media tersebut diharapkan menciptakan pembelajaran kontekstual, adaptif, dan memicu keterlibatan siswa.

Optimisme 2026

Melalui kombinasi program TKA Clinic, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, dan replikasi praktik baik, Dindik Jatim optimistis capaian TKA tahun depan dapat meningkat.

“Dengan kombinasi program tersebut, kami optimistis capaian TKA Jawa Timur dapat meningkat pada tahun 2026,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!