Jelang Ramadan, Rp3 Miliar Bansos Disalurkan! PKH Plus, Disabilitas, dan UMKM Jadi Fokus Utama di Sidoarjo
Laporan: Ninis Indrawati
SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Angin segar menjelang Ramadan berhembus untuk ribuan warga rentan di Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menggelontorkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp3,016 miliar dengan prioritas pada lansia, penyandang disabilitas, serta pelaku usaha mikro.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolik oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (18/2/2026). Momentum ini menjadi bagian dari strategi penguatan bantalan sosial dan ekonomi jelang bulan suci.
Total dana Rp3,016 miliar tersebut berasal dari berbagai sumber. Dinas Sosial Jatim menyumbang Rp1,858 miliar, kontribusi BUMD sebesar Rp25 juta, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim senilai Rp1,132 miliar.
Program PKH Plus menjadi salah satu fokus utama, dengan 533 keluarga lansia sebagai penerima manfaat. Tak hanya itu, 66 penyandang disabilitas juga mendapatkan bantuan untuk menunjang kebutuhan dasar mereka.
“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga, terutama kelompok rentan, dan mendorong pelaku usaha mikro untuk meningkat pendapatannya,” tegas Khofifah.
Langkah ini dinilai krusial, mengingat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat menjelang Ramadan. Pemerintah ingin memastikan tidak ada warga rentan yang tertinggal.
Tak berhenti pada bantuan konsumtif, Pemprov Jatim juga mendorong kemandirian ekonomi melalui Program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Putri Jawara yang menyasar 100 penerima manfaat.
Selain itu, terdapat pula KIP bagi PPKS Jawara, bantuan permakanan untuk LKS lansia, zakat produktif, hingga dukungan untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Skema ini dirancang agar masyarakat tak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Khofifah menegaskan seluruh penyaluran bansos ditargetkan rampung sebelum 1 Maret 2026. Artinya, sebelum Ramadan tiba, bantuan sudah berada di tangan penerima.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, memastikan distribusi dilakukan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya akurasi data serta pengawasan ketat di lapangan.
“Sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo menjadi kunci agar bantuan ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Distribusi bansos akan dikawal oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pendamping PKH agar tidak terjadi kekeliruan data maupun keterlambatan.
Dengan suntikan dana miliaran rupiah ini, harapannya denyut ekonomi warga kecil di Sidoarjo kembali bergerak. Ramadan pun bisa disambut dengan lebih tenang dan penuh harapan. (*)



Tinggalkan Balasan