Kapolda Jatim Resmikan Dapur Gizi di Manyar, Siapkan Nutrisi untuk Ribuan Anak Sekolah
Laporan: Ninis Indrawati
GRESIK | SUARAGLOBAL.COM – Kepedulian Polri terhadap masa depan generasi bangsa kembali diwujudkan melalui peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, pada Kamis (25/9/2025).
Acara peresmian dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., bersama jajaran utama Polda Jatim. Kehadiran dapur gizi ini merupakan inisiatif Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik yang berkomitmen memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi seimbang sejak dini.
Fasilitas Modern dengan Anggaran Rp452 Juta
Bangunan SPPG berdiri di atas tanah pinjam pakai milik Pemerintah Desa Yosowilangun dengan luas 13.549 meter persegi. Dari lahan tersebut, 426,5 meter persegi dimanfaatkan sebagai gedung dapur gizi yang dibangun sesuai standar penataan ruang Polri. Proses pembangunan juga mendapat pendampingan teknis dari Tim Rolog Polda Jatim.
Untuk mendukung operasional, telah dialokasikan anggaran Rp452,7 juta yang dipakai pada tahap awal pembangunan, pengadaan fasilitas, serta persiapan pengelolaan dapur.
Layani Ribuan Pelajar di Dua Desa
Pengelolaan SPPG dipercayakan kepada tim inti yang terdiri dari tenaga ahli gizi, relawan, dan praktisi kesehatan. Melalui tim ini, dapur gizi ditargetkan melayani 3.452 siswa penerima manfaat di wilayah Yosowilangun dan Randuagung, mulai dari tingkat TK/PAUD hingga SMA.
“Dapur gizi ini menjadi langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak, menekan angka stunting, dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Program Jangka Panjang dan Berkelanjutan
Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menambahkan bahwa dapur gizi di Yosowilangun hanyalah awal dari program berkelanjutan.
“Kita berharap program ini tidak berhenti di satu titik. Dengan dukungan lintas sektor, kita ingin memastikan seluruh anak memperoleh hak gizi yang layak,” ujarnya.
Untuk tahap II, program dapur gizi akan diperluas ke desa lain di Kecamatan Manyar, seperti Manyar Rejo, Bedilan, dan Randuagung. Aset tanah milik pemerintah desa maupun Polri akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan.
Dukungan Lintas Agama dan Masyarakat
Peresmian dapur SPPG turut dihadiri oleh Forkopimda Gresik, tokoh agama, dan organisasi masyarakat lintas iman. Kehadiran berbagai elemen seperti NU, Muhammadiyah, LDII, PGIS, BAMAG, PHDI, FORMAGAM, hingga FKUB menjadi bukti nyata dukungan bersama.
Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani, bersama Ketua MUI Gresik KH. Ainur Rofiq Toyyib dan Ketua PCNU Gresik KH. Mulyadi juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polri dan Bhayangkari ini.
Model Kolaborasi untuk Generasi Sehat
Dengan dukungan lintas sektor, keberadaan dapur gizi diharapkan menjadi model kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan berbasis kesehatan anak.
“Program ini bukan sekadar penyediaan makanan sehat, tetapi juga investasi masa depan untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegas Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dalam sambutannya. (*)


Tinggalkan Balasan