Kapolres Kudus Tinjau Banjir dan Salurkan Bantuan ke Titik Pengungsian
Laporan: Tambah Santosa
KUDUS | SUARAGLOBAL.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kudus selama beberapa hari terakhir memicu luapan air di sejumlah wilayah permukiman. Ribuan warga terdampak banjir, sebagian bertahan di rumah, sebagian lainnya memilih mengungsi ke lokasi aman.
Di tengah kondisi memprihatinkan itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo turun langsung ke lapangan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak, Rabu (14/1/2026).
Mulai dari Dukuh Goleng hingga TPQ Dijadikan Tempat Bertahan
Lokasi pengecekan pertama berada di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati. Di titik ini, air masih menggenangi permukiman dengan kondisi warga yang sebagian masih memilih bertahan di dalam rumah. Kapolres bersama jajaran membawa paket sembako dan membagikannya kepada warga satu per satu.
Tidak jauh dari titik tersebut, sebanyak 20 warga yang memilih mengungsi di TPQ Khurriyatul Fikri juga mendapat perhatian. Paket bantuan diberikan untuk memastikan kebutuhan harian mereka tetap terpenuhi.
MI Berubah Menjadi Posko Pengungsian
Pergerakan berlanjut menuju MI Hidayatus Shibyan di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, yang kini difungsikan sebagai lokasi pengungsian warga. Di tempat ini, ratusan warga tampak duduk di ruang kelas yang disulap menjadi ruang tidur darurat.
Kapolres kembali menyerahkan bantuan berisi bahan pangan pokok, sambil memantau kesehatan anak-anak, lansia, dan ibu-ibu yang ikut mengungsi. “Yang terpenting kebutuhan dasar mereka aman dulu,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Posko Kesehatan hingga Dapur Umum Disiapkan
Bukan hanya bantuan sembako, Polres Kudus juga mendirikan posko kesehatan di sejumlah titik pengungsian. Posko tersebut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, keluhan penyakit ringan, hingga pemantauan kondisi bagi kelompok rentan.
Menjelang malam, rombongan bergerak ke Balai Desa Karangrowo, yang saat ini difungsikan sebagai dapur umum bagi warga terdampak banjir. Polres Kudus ikut menyalurkan bantuan logistik tambahan untuk menjaga operasional dapur umum tetap berjalan.
Bantuan Mengalir: 100 Paket & Logistik Tambahan
Total bantuan yang didistribusikan mencapai 100 paket sembako, yang setiap paketnya berisi:
5 kg beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 1 pack teh celup, 5 bungkus mi instan.
Bantuan tambahan juga digelontorkan berupa:
400 kg beras, 40 karton mi instan, 40 nampan telur ayam, 200 kg gula pasir, 30 liter minyak goreng.
Amankan Rumah Kosong, Patroli Diperketat
Kapolres AKBP Heru menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk soal bantuan pangan, tetapi juga memastikan keamanan lingkungan warga.
“Saya telah memerintahkan seluruh anggota untuk melaksanakan patroli dan penjagaan di kawasan yang ditinggal mengungsi,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah tindak kriminal seperti pencurian rumah kosong yang kerap mengintai saat bencana terjadi.
Warga Diimbau Waspada Banjir Susulan
Selain upaya penanganan di lapangan, Kapolres juga meminta warga tetap waspada mengingat cuaca yang masih tidak menentu.
“Apabila kondisi tidak memungkinkan, segera mengungsi dan percayakan keamanan rumah kepada petugas,” pungkasnya.
Banjir di Kudus diprediksi masih berpotensi terjadi, sementara warga berharap air segera surut agar aktivitas normal kembali berjalan. (*)



Tinggalkan Balasan