Kecelakaan Terjadi di JLS Salatiga, Sebuah Truk Senggol Pohon Hingga Kontainer Terlepas, Ini Jelasnya
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Suasana Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga mendadak mencekam pada Senin malam (19/01/2026), setelah sebuah truk kontainer mengalami kecelakaan tunggal tepat di dekat kawasan Hotel Family, Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga. Meski kejadian tampak dramatis, beruntung insiden itu tidak menelan korban jiwa.
Truk kontainer jenis Nissan berpelat nomor B-9532-UU yang dikemudikan Gatot Triyono (56), warga Dempel Barat, Sawah Besar, Semarang, melaju dari arah Blotongan menuju Cebongan saat kejadian berlangsung. Informasi yang dihimpun menyebutkan, laju kendaraan terlalu merapat ke sisi kiri badan jalan hingga menyenggol ranting pohon yang tumbuh di pinggir jalan.
Benturan tersebut menyebabkan peti kemas terlepas dari bak truk, hingga terguling dan nyaris menutup sebagian badan jalan. Warga sekitar yang sedang melintas sempat dibuat kaget oleh suara keras dari arah kendaraan.
Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga langsung turun tangan begitu laporan kejadian diterima. Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta DS, S.H., M.M. mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun akibat kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp5 juta,” ujar AKP Henry kepada wartawan.
Personel Satlantas melakukan penandaan TKP, pengamanan lokasi, dan pengaturan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan maupun gangguan kamtibcarlantas. Proses evakuasi truk dan peti kemasnya pun berjalan kondusif.
Di kesempatan yang sama, AKP Henry turut mengimbau para pengemudi angkutan barang agar lebih memperhatikan kelayakan kendaraan dan keamanan muatan sebelum beroperasi.
“Keselamatan bersama di jalan raya harus menjadi prioritas. Pastikan kendaraan laik jalan dan muatan aman,” tegasnya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil di jalan dapat berujung fatal bila tidak diantisipasi. Meski kali ini tak ada korban, kepatuhan dalam berkendara tetap menjadi kunci. (*)



Tinggalkan Balasan