Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Krembangan, H. M. Mansyur, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas kota dan tidak mudah terprovokasi ajakan yang mengarah pada aksi anarkis. Seruan tersebut disampaikan menyikapi dinamika sosial yang tengah berkembang di Surabaya dan sekitarnya, Selasa (2/9).

Menurut H. Mansyur, aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis tidak akan memberikan manfaat bagi siapapun. Justru sebaliknya, hal tersebut hanya menimbulkan kerugian besar baik bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah.

Baca Juga:  Bekas Arena Sabung Ayam Dibongkar Total: Aparat Gabungan dan Warga Purwodadi Sepakat Tolak Perjudian

“Yang rugi bukan hanya negara, tapi juga rakyat. Karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga rasa aman dan nyaman bersama di Kota Pahlawan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilai telah bekerja keras menjaga ketertiban di tengah situasi yang dinamis.

Baca Juga:  Warga Blitar Dapat Penghargaan Usai Gagalkan Aksi Pembakaran Mobil di Tengah Jalan

“Kami berterima kasih kepada aparat yang siang malam menjaga keamanan, sehingga warga bisa beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Mansyur mengajak warga Krembangan khususnya, dan masyarakat Surabaya secara umum, untuk senantiasa mengedepankan nilai kebersamaan serta mengutamakan musyawarah ketika ingin menyampaikan aspirasi.

Baca Juga:  Polresta Sidoarjo Raih Enam Penghargaan Bergengsi di Hari Bhayangkara ke-79

“Mari kita rawat Surabaya agar tetap aman, damai, dan nyaman. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua,” tutupnya.

Dengan seruan ini, MUI Krembangan berharap masyarakat semakin bijak dalam menyikapi isu-isu sosial serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu stabilitas dan ketenteraman kota. (*)