Koridor Wisata Kalimas Timur Segera Hadir, Warga Ampel Harap UMKM Tetap Hidup
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kota Surabaya berencana melakukan penataan kawasan Kalimas Timur menjadi sebuah koridor wisata yang terintegrasi dengan kawasan wisata religi di sekitar Masjid Sunan Ampel.
Rencana tersebut langsung disambut antusias oleh warga sekitar Ampel yang berharap kawasan tersebut bisa tampil lebih tertib, aman, serta semakin mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Penataan kawasan ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru bagi wilayah Kalimas Timur yang selama ini menjadi jalur vital menuju kawasan religi Ampel. Dengan konsep penataan yang lebih rapi dan terorganisasi, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi ruang publik yang nyaman bagi peziarah maupun wisatawan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur dari daerah pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati, menilai rencana tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan kawasan Ampel lebih tertata tanpa menghilangkan denyut ekonomi lokal.
Menurutnya, masyarakat Ampel sudah lama berharap adanya penataan kawasan yang tetap memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi penggerak ekonomi di wilayah tersebut.
“Warga ingin kawasan ini tidak hanya bersih dan tertata, tetapi juga tetap hidup. UMKM harus tetap ada agar jalanan tetap ramai, aman, dan aktivitas ekonomi masyarakat terus berjalan,” ujar Lilik.
Ia menegaskan, keberadaan UMKM merupakan bagian penting dari karakter kawasan Ampel. Selain melayani kebutuhan peziarah, usaha kecil di sekitar kawasan juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di wilayah tersebut.
Selain mempertahankan aktivitas UMKM, warga Ampel juga berharap kawasan religi tersebut bisa ditata dengan konsep yang lebih menarik dan terorganisasi.
Beberapa warga bahkan mengusulkan agar konsep penataan dibuat menyerupai kawasan kota tua dengan nuansa sejarah dan budaya yang kuat. Konsep tersebut dinilai cocok mengingat Ampel merupakan salah satu kawasan religi tertua di Surabaya yang memiliki nilai historis tinggi.
Dengan penataan tersebut, kawasan Kalimas Timur diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung menuju Ampel, tetapi juga menjadi destinasi wisata tersendiri yang nyaman dikunjungi.
Peziarah dari berbagai daerah yang datang untuk berkunjung ke Masjid Sunan Ampel diharapkan dapat menikmati suasana kawasan yang lebih tertib, aman, dan bersih.
Tak hanya itu, wisatawan mancanegara yang tertarik dengan wisata religi dan sejarah juga diproyeksikan semakin tertarik berkunjung ke kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Surabaya menargetkan penataan koridor wisata Kalimas Timur dapat menghadirkan ruang publik yang tertata dengan baik sekaligus meningkatkan mobilitas wisatawan.
Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, roda perekonomian masyarakat sekitar diharapkan ikut bergerak lebih cepat. UMKM, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha jasa di kawasan Ampel berpotensi merasakan dampak positif dari pengembangan kawasan ini.
“Penataan Kalimas Timur diharapkan sejalan dengan harapan masyarakat. Semoga kota semakin rapi, keamanan terjamin, dan ekonomi warga terus bergerak positif,” pungkas Lilik.
Rencana pengembangan ini sekaligus menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Surabaya untuk memperkuat posisi kawasan Ampel sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kota Pahlawan. (*)


Tinggalkan Balasan