Krisis Semeru, DPRD Jatim Minta Kesiapsiagaan Ditingkatkan dan Pemulihan Dipercepat
Laporan: Ninis Indrawati
JAWA TIMUR | SUARAGLOBAL.COM — Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali membawa dampak besar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan daerah rawan bencana. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono, menyampaikan keprihatinan mendalam serta mendesak pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat proses pemulihan bagi warga terdampak.
Agus menyebutkan bahwa Gunung Semeru merupakan gunung api aktif yang memiliki pola erupsi fluktuatif. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terus menunjukkan perubahan intensitas yang perlu diantisipasi secara serius.
“Gunung Semeru ini sudah langganan erupsi. Kadang dampaknya parah, sedang, atau kecil. Dan saat ini cukup berdampak bagi warga,” ujarnya menegaskan.
Desak Pemerintah Bergerak Cepat dan Terukur
Dalam pernyataannya, Agus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama jajaran dinas terkait untuk segera menetapkan langkah-langkah strategis yang cepat dan terukur. Menurutnya, respons penanganan bencana tidak boleh menunggu situasi memburuk, tetapi harus dimulai sejak dini agar risiko dapat ditekan.
Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan efektif, mulai dari:
Evakuasi warga di wilayah paling terdampak, Distribusi bantuan logistik yang merata, Layanan kesehatan darurat, Ketersediaan hunian sementara yang layak dan aman.
“Respons yang lambat hanya akan memperpanjang penderitaan warga. Semua tahapan harus benar-benar dipastikan berjalan sesuai prosedur,” ujar Agus.
Koordinasi Lintas Lembaga Dianggap Kunci Utama
Tidak hanya kesiapsiagaan teknis, Agus juga menyoroti pentingnya konektivitas dan sinergi antarinstansi. Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana terutama bergantung pada kuatnya koordinasi antara:
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah kabupaten setempat, TNI–Polri, Relawan, Lembaga sosial dan kemanusiaan, Serta kelompok masyarakat di lapangan.
“Harapannya Pemprov Jatim segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial di lapangan. Semua harus saling sharing agar bantuan benar-benar menyentuh warga terdampak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun warga yang terlewatkan dari pendataan maupun pendistribusian bantuan, terutama mereka yang kehilangan rumah, ladang, dan harta benda akibat material erupsi.
Doa untuk Warga Semeru
Di akhir pernyataannya, Agus juga menyampaikan doa dan harapan bagi masyarakat yang saat ini menghadapi dampak erupsi. Ia berharap warga diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi situasi yang tidak mudah ini.
“Semoga Allah mengganti ujian ini dengan yang lebih baik, lebih berkah, dan memberikan ketabahan bagi warga Semeru,” tutupnya. (*)


Tinggalkan Balasan