Langkah Nyata Jaga Stok Pangan, Presiden Resmikan Gudang Jagung Modern di Jatim

Laporan: Ninis Indrawati

MOJOKERTO | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan gudang ketahanan pangan milik Polri di seluruh Indonesia, Jumat (13/2/2026). Salah satu gudang strategis yang diresmikan berada di Jawa Timur, tepatnya di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Gudang tersebut merupakan milik Kepolisian Daerah Jawa Timur dan menjadi gudang khusus komoditas jagung pertama di Jawa Timur. Kehadirannya digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam menjaga stabilitas stok dan harga jagung di wilayah lumbung pangan nasional itu.

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., melaporkan secara langsung kesiapan gudang kepada Presiden. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa fasilitas ini dirancang khusus untuk memperkuat rantai pasok hasil pertanian, khususnya jagung.

Baca Juga:  Haul Mbah Syayyidi ke-23 Jadi Momentum Tingkatkan Kebersamaan dan Kebersihan Lingkungan di Sidoarjo

Gudang yang berdiri di atas lahan milik SPN Polda Jatim tersebut memiliki luas bangunan 1.464 meter persegi dengan kapasitas total mencapai 2.000 ton. Terdiri dari dua bangunan utama, masing-masing mampu menampung 1.000 ton jagung pipil.

“Gudang ini kami siapkan khusus untuk komoditas jagung dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bangunan. Lokasinya strategis sehingga memudahkan petani dalam penyerapan hasil panen,” ujar Irjen Nanang.

Proses pembangunan tergolong cepat dan efisien. Dalam waktu 120 hari, gudang megah tersebut rampung dan kini siap dioperasikan secara penuh. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi saat musim panen raya tiba, sehingga harga jagung tetap stabil dan petani tidak merugi.

Baca Juga:  Resepsi Akbar Isbat Nikah Massal di Surabaya: 330 Pasangan Sah di Mata Agama dan Negara

Pengelolaan gudang dilakukan melalui kerja sama strategis dengan Perum Bulog. Dalam skema ini, Bulog menyerap jagung petani dengan harga Rp6.400 per kilogram, dengan standar kadar air maksimal 14 persen.

Menurut Irjen Nanang, pola kolaborasi ini menunjukkan tata kelola profesional yang terintegrasi. Polri berperan menyediakan lahan, membangun infrastruktur, sekaligus menjaga keamanan. Sementara Bulog menangani operasional, mulai dari penyerapan hingga distribusi.

“Polri menyediakan lahan, membangun infrastruktur, dan menjaga keamanan. Sementara Bulog menangani operasional hingga distribusi. Ini kami harapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Langkah ini dinilai strategis, mengingat kebutuhan jagung tidak hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga sebagai bahan baku utama industri pakan ternak yang menopang sektor peternakan nasional.

Baca Juga:  Langkah Tegas Ditjenpas: Pemindahan Massal 41 Napi High Risk dari Jakarta ke Nusakambangan, Jalani Pem

Meski baru diresmikan, gudang tersebut telah terisi 142 ton jagung pipil. Bahkan, fasilitas ini sudah siap membantu 13 cabang Bulog lainnya di Jawa Timur dalam penguatan distribusi stok.

Ke depan, fasilitas ini akan semakin lengkap. Polda Jatim merencanakan penambahan sarana pemipilan, pengeringan, hingga pengepakan, sehingga proses pascapanen dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu kawasan.

Peresmian ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan infrastruktur modern dan sinergi lintas lembaga, diharapkan Jawa Timur semakin kokoh sebagai salah satu penyangga utama pangan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!