Layanan PSC Dr. Iskak Moncer, RSUD Madiun Siap Replikasi Sistem

Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Sistem Public Safety Center (PSC) 119 milik RSUD Dr. Iskak Tulungagung kembali menjadi magnet perhatian di kalangan rumah sakit pemerintah. Layanan kegawatdaruratan terpadu yang mampu memangkas waktu respons dan meningkatkan angka keselamatan pasien (survival rate) itu kini dipelajari langsung oleh RSUD Kota Madiun melalui kunjungan studi tiru yang digelar pada awal pekan ini.

Rombongan dipimpin Direktur RSUD Kota Madiun, dr. Muhammad Nur, Sp.OG, MM, dan diterima secara resmi oleh Direktur RSUD Dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes, bersama jajaran manajemen dan bidang teknis PSC 119.

Dalam sesi dialog, dr. Muhammad Nur menyampaikan bahwa pihaknya tertarik pada integrasi sistem PSC 119 yang dianggap telah memenuhi standar manajemen gawat darurat modern, bahkan mendapat pengakuan internasional.

Baca Juga:  Rotasi dan Transformasi: Kanwil Ditjenpas NTT Lantik Pejabat Baru dengan Amanah dan Integritas Tinggi

“Manajemen PSC 119 di RSUD Dr. Iskak sangat komprehensif, mulai dari sistem call center, respons cepat tenaga medis, hingga kolaborasi lintas instansi. Ini menjadi referensi penting bagi kami dalam meningkatkan layanan kegawatdaruratan di Kota Madiun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, studi tiru ini menjadi bagian dari strategi transformasi pelayanan kesehatan daerah.

“Kami ingin membawa layanan gawat darurat ke level yang responsif, cepat, tepat, dan adaptif sesuai arahan Wali Kota Madiun,” tambahnya.

Direktur RSUD Dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, menyambut baik kedatangan RSUD Kota Madiun dan memaparkan bahwa keberhasilan PSC 119 tidak lepas dari dua fondasi utama: sistem BLUD dan prinsip continuous improvement.

Baca Juga:  Jokowi Sambangi Pasar Blauran, Seruan Dukungan untuk Robby-Nina Menggema di Pilkada Salatiga

“BLUD memberi fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran, SDM, dan peralatan. Sedangkan continuous improvement memastikan pelayanan terus diperbarui sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Salah satu keunggulan PSC 119 Dr. Iskak adalah sentralisasi kendali di rumah sakit dengan pola triase yang bisa dilakukan dalam hitungan detik.

“Petugas call center merupakan perawat yang terhubung langsung ke dokter jaga, sehingga keputusan medis bisa diambil cepat tanpa proses birokratis,” tegasnya.

dr. Aini menegaskan bahwa PSC 119 bukan hanya sistem internal rumah sakit, melainkan orkestra kesehatan darurat yang didukung jejaring instansi, seperti:

Polres Tulungagung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Unit ambulans rujukan & fasilitas kesehatan jejaring.

Sinergi inilah yang membuat penanganan kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, stroke, kebakaran, hingga bencana alam dapat ditangani secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Baca Juga:  Ketum PNBN Gelar Tasyakuran Aqiqah untuk Cucu Sebagai Ungkapan Syukur

Usai diskusi, rombongan melakukan tinjauan langsung ke ruang kendali PSC 119 guna melihat alur inkaso kasus, pemetaan rujukan, dan koordinasi teknis. Observasi ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana sistem bekerja dalam kondisi riil.

RSUD Kota Madiun menyatakan siap mengadopsi elemen sistem PSC 119 yang dinilai relevan untuk diterapkan di wilayahnya, khususnya terkait peningkatan kecepatan respons dan mutu layanan pasien kritis.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan tingkat kesiapsiagaan kegawatdaruratan di Kota Madiun semakin meningkat dan masyarakat memperoleh akses layanan darurat yang lebih aman dan efektif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!