Leani Ratri Borong 3 Emas ASEAN Para Games, Target Berikutnya: LA 2028

THAILAND | SUARAGLOBAL.COM — Ratu para bulutangkis putri Indonesia, Leani Ratri Oktila, kembali memperlihatkan tajinya di panggung regional. Tampil penuh determinasi pada ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, Leani berhasil memborong tiga medali emas dan menjadi motor poin bagi kontingen Merah Putih.

Emas pertama dipetik dari nomor ganda campuran SL3–SU5 bersama Hikmat Ramdani, disusul emas kedua pada nomor ganda putri SL4, dan ditutup emas ketiga pada nomor ganda putri SL3–SU5 bersama Khalimatus Sadiyah. Tiga emas itu menjadi simbol dominasi sekaligus konsistensi atlet kelahiran 6 Mei 1991 tersebut.

“Alhamdulillah tiga medali emas APG Thailand ini,” ucap Leani usai turun gelanggang di Indoor Stadium SPADT Convention Center 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Minggu (25/1/26) sore.

Bukan Lagi Soal Pembuktian, Tapi Ketahanan

Baca Juga:  Jatim Panen Serentak: Ribuan Ton Jagung Siap Perkuat Cadangan Pangan Nasional

APG edisi 2025 menjadi multievent ke-enam bagi Leani. Meski bukan pengalaman pertamanya, atmosfer kompetisi dirasakannya makin ketat dengan hadirnya para pendatang baru di pelatnas.

“Ini kebetulan APG saya yang ke enam. Tidak ada hal spesial, tapi bersyukur masih bisa mempertahankan emas,” jelasnya.

Leani memastikan persiapannya berjalan mulus tanpa kendala berarti. Faktor mental, ketenangan, dan jam terbang menjadi pembeda dari lawan maupun rekan seangkatannya.

Peran Baru: Atlet Top, Ibu Dua Anak

Menjadi atlet nasional tidak membuat peran domestiknya pudar. Justru menurutnya, energi terbesar datang dari rumah.

“Sekarang jadi ibu semangatnya lebih tinggi. Apalagi dengar support dari anak. Mereka sudah ngerti dan bisa ngomong,” ungkapnya penuh haru.

Statemen itu menjadi gambaran lain bahwa medali emas tidak hanya lahir dari keringat, tapi juga dukungan emosional yang tak kasat mata.

Baca Juga:  Polres Salatiga Terapkan Tilang Electronic (E-TLE) Kepada Pelanggar Lalulintas

Regenerasi Mulai Terasa: Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Satu Nama

Menariknya, Leani juga memuji proses pembibitan atlet muda yang mulai mengisi kelas-kelas para bulutangkis. Menurutnya, regenerasi perlahan tetapi nyata.

“Kita bisa bersaing dengan negara lain seperti Thailand. Sekarang banyak regenerasi. Di kelas saya sudah ada pelapisnya. Kelas lain juga makin ketat, terbukti banyak All Indonesian Finals,” tegasnya.

Kondisi ini disambut baik karena Indonesia selama bertahun-tahun sempat bergantung pada nama-nama tertentu di sektor para bulutangkis putri.

Target Berikutnya: LA 2028 Masih Masuk Radar

Meski memasuki usia 34 tahun, ambisi Leani belum surut.

“Kalau diberi sehat dan rezeki, saya ingin main lagi di Paralimpiade Los Angeles 2028. Saya masih punya ambisi di nomor single,” bebernya.

Baca Juga:  Wujudkan Dapur Sehat, Karutan Salatiga Ajak Warga Binaan Makan Bersama dan Pastikan Layanan Higienis

Ia mengakui satu hal: usia bertambah, kemampuan fisik berkurang. Namun kemauan bertarung jauh lebih keras.

Pesan untuk Junior: Jangan Menyerah, Lawan Sampai Akhir

Sebelum meninggalkan mixed zone, Leani menitip pesan pendek tetapi dalam bagi para penerusnya.

“Tetap semangat, jangan mudah menyerah. Terima kasih untuk masyarakat Indonesia yang dukung lewat streaming maupun komentar positif, itu sangat berarti. Terima kasih juga kepada pemerintah atas fasilitasnya,” pungkasnya.

Kesimpulan: Tiga Emas dan Sinyal Regenerasi

Leani pulang dengan tiga emas, tetapi hadiah terpenting dari APG 2025 justru adalah kabar bahwa sektor putri kini mulai diperkuat generasi baru. Dalam dunia olahraga, sang juara sejati bukan hanya yang mengumpulkan titel, tetapi juga yang menyiapkan panggung bagi penerusnya dan Leani telah melakukan keduanya. (Arf/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!