Lonjakan 56 Persen! Terminal GSN Dipadati Pemudik, Polisi Perketat Pengamanan

Laporan: Ninis Indrawati

TANJUNG PERAK | SUARAGLOBAL.COM – Arus balik Lebaran 2026 di jalur laut mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Situasi ini langsung direspons cepat oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna memastikan keamanan dan kelancaran di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN).

Langkah ini resmi dimulai pada Kamis (26/3/2026) dan akan berlangsung hingga Selasa (31/3/2026), sebagai upaya lanjutan pasca berakhirnya Operasi Ketupat 2026 yang sebelumnya digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Meski operasi resmi telah ditutup, aparat kepolisian tidak ingin lengah. Terminal GSN yang menjadi salah satu pintu utama transportasi laut di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak tetap dijaga ketat demi mengantisipasi membludaknya penumpang arus balik.

Baca Juga:  Pesan Dandim 0714/Salatiga Kepada Peserta KKN UNIMUS Melalui Babinsa Koramil 02/Pabelan

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang sudah terlihat sejak Rabu malam (25/3/26) hingga Kamis pagi (26/3/26).

Dalam kurun waktu tersebut, jumlah penumpang yang masuk ke Jawa Timur melalui Terminal GSN tercatat mencapai 2.268 orang. Angka ini melonjak drastis hingga 56 persen dibandingkan rata-rata harian yang biasanya hanya sekitar 1.000 orang.

Tak hanya penumpang, arus kendaraan juga mengalami peningkatan. Tercatat:

160 unit kendaraan roda dua (R2), 357 unit kendaraan roda empat (R4), 109 unit bus dan truk, Arus Keluar Tak Kalah Tinggi.

Baca Juga:  PGRI Sumut Perkuat Komitmen Nasionalisme dan Kemajuan Pendidikan

Di sisi lain, arus penumpang yang keluar dari Jawa Timur juga menunjukkan tren peningkatan. Sebanyak 2.164 orang tercatat meninggalkan wilayah ini melalui jalur laut, atau naik 54 persen dari rata-rata normal.

Untuk kendaraan keluar:

148 unit roda dua, 353 unit roda empat, 193 unit bus dan truk.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat masih sangat tinggi di masa arus balik Lebaran, terutama melalui jalur laut.

Menurut Iptu Suroto, keberhasilan pengamanan selama mudik dan balik Lebaran tidak lepas dari sinergi kuat antara kepolisian dan berbagai stakeholder terkait.

“Kelancaran arus mudik dan balik ini adalah hasil kerja sama semua pihak di lapangan. Melalui KRYD, kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal hingga akhir masa libur,” tegasnya.

Baca Juga:  Inovasi Layanan Publik: Samsat STUPA Jadi Solusi Waktu Terbatas Warga, Ini Penjelasannya

KRYD sendiri difokuskan pada:

Pengamanan area terminal dan pelabuhan, Pengaturan arus penumpang dan kendaraan, Patroli intensif untuk mencegah gangguan kamtibmas.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mengingatkan para pemudik untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap barang bawaan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk:

Mematuhi arahan petugas di lapangan, Tidak lengah terhadap potensi tindak kejahatan, Menjaga ketertiban selama berada di area pelabuhan.

Dengan langkah pengamanan yang terus diperkuat, diharapkan arus balik Lebaran 2026 melalui jalur laut tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!