Mahasiswa Asal Papua Meninggal Dunia Ditempat Usai Terlindas Truk Elpiji di Bergas Kabupaten Semarang, Ini Jelasnya
Laporan: Wahyu Widodo
KAB SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur padat Jalan Raya Solo–Semarang. Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat usai gagal menyalip truk bermuatan gas elpiji di wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (29/1/2025).
Insiden tragis ini melibatkan sepeda motor yang dikendarai E. Serti (23) dan sebuah truk bermuatan gas elpiji dengan nomor polisi H 8271 HC. Truk tersebut dikemudikan Gunadi (30), warga Kabupaten Semarang.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Satu orang meninggal dunia, yaitu pengendara sepeda motor,” ungkap AKP Lingga saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban merupakan seorang mahasiswa asal Provinsi Papua. Namun hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami identitas kampus tempat korban menempuh pendidikan.
“Dilihat dari identitas, korban berstatus sebagai mahasiswa. Namun kuliah di mana masih kami dalami,” tambahnya.
Diduga Oleng Saat Menyalip
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat korban mencoba mendahului truk elpiji yang melaju di depannya. Namun nahas, upaya tersebut berujung petaka.
“Saat korban mendahului truk bermuatan elpiji, diduga sepeda motor oleng, terjatuh, lalu tertabrak truk tersebut,” jelas AKP Lingga.
Benturan keras tak terhindarkan. Korban mengalami luka fatal dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sopir truk tidak mengalami luka serius.
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Unit Gakkum Satlantas Polres Semarang telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan, baik sepeda motor maupun truk elpiji.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat melakukan manuver mendahului kendaraan besar di jalur nasional yang padat dan rawan kecelakaan. (*)



Tinggalkan Balasan