BUENOS AIRES ,Beritaglobal.net – Si Tangan Tuhan, Diego Armando Maradona meninggal dunia, Rabu (25/11) malam, usai dikabarkan mengalami serangan jantung di rumahnya. Kabar meninggalnya sang Legenda Timnas Argentina itu diumumkan Asosiasi Sepakbola Argentina.

Sebelumnya Maradona sudah menjalani operasi pembekuan darah otak awal bulan ini. Tetapi, dia juga masih harus menjalani perawatan, akibat ketergantungan alkohol.

Baca Juga:  Inovasi Blackspot Therapy: Satlantas Polres Boyolali Melakukan Pemasangan Cermin Cembung di Beberapa Titik Rawan Kecelakaan, Ini Jelasnya

Kapten Timnas Argentina itu dianggap sebagai salah seorang pemain sepakbola hebat sepanjang masa. Masa keemasannya terjadi saat Piala Dunia 1986.

Dia mencetak lima gol di turnamen termasuk dua melawan Inggris di perempat final. Gary Lineker, legenda Timnas Inggris yang menjadi lawannya saat itu, mengunggah cuutannya melalui Twitter pribadinya, “Laporan dari Argentina bahwa Diego Armando Maradona telah meninggal.”

Baca Juga:  Belajar dari yang Terbaik: RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Studi Banding ke RSUD dr. Iskak untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Dikutip dari Reuers, Pele mengatakan dukanya begitu mendalam, karena dia harus kehilangan kawan sekaligus rivalnya “dengan cara seperti ini.” “Saya yakin, suatu hari nanti kita akan bermain sepak bola di atas langit sana,” kata Pele dalam pernyataannya.

Kendati tak pernah bertemu di lapangan hijau, kedua nama itu kerap disebut dalam perdebatan siapa pemain terhebat sepanjang masa. Maradona baru memperkuat timnas Argentina mulai 1977, atau enam tahun setelah Pele pensiun dari tim Samba

Baca Juga:  Aksi Tanam Pohon Ruwat Bumi 2019, Pamekersa Peduli Lingkungan

Bahkan meninggalnya sang legenda sepak bola menjadi trending topik Twiter #RIPmaradona dan menjadi perbincangan hangat dikalangan pecinta sepak bola Indonesia . (Iwan )