Menuju Jatim Inklusif: Pemerintah Resmikan SLB Negeri hingga Salurkan Bantuan untuk Murid Berkebutuhan Khusus
Laporan: Ninis
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan negara bagi anak berkebutuhan khusus melalui penguatan sistem pendidikan inklusif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan akses, penguatan kelembagaan Sekolah Luar Biasa (SLB), penyediaan sarana pendukung, hingga penyaluran bantuan langsung bagi murid berkebutuhan khusus, (12/01/26).
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengesahan SLB Karya Mulia Surabaya menjadi Sekolah Luar Biasa Negeri. Perubahan status ini ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sekaligus menjadi tonggak penting pemerataan layanan pendidikan inklusif di Kota Surabaya dan wilayah sekitarnya.
SLB Karya Mulia yang berdiri sejak 1954 selama ini beroperasi sebagai institusi swasta. Dengan status baru sebagai SLB Negeri, sekolah kini berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga diharapkan kualitas layanan pendidikan, pembiayaan, serta akses fasilitas dapat semakin optimal dan terjangkau oleh masyarakat.
“Negara harus hadir untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh hak pendidikan yang setara. Perubahan status SLB Karya Mulia ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk memperluas akses pendidikan inklusif di Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga meninjau sejumlah fasilitas vokasi yang disiapkan sekolah sebagai sarana pelatihan keterampilan. Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah unit salon yang digunakan sebagai praktik keterampilan oleh murid. Program vokasi ini dirancang untuk membekali murid SLB dengan kompetensi yang menunjang kemandirian serta kesiapan memasuki dunia kerja pasca pendidikan.
Interaksi langsung antara pemerintah dan murid juga terlihat dalam kunjungan ini. Gubernur Khofifah mencicipi kudapan kue labu hasil karya murid yang dijual di kantin sekolah, serta membeli kain buatan murid sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas dan potensi anak berkebutuhan khusus.
“Anak-anak ini memiliki potensi besar. Tugas pemerintah adalah membuka akses, menyediakan fasilitas, dan menumbuhkan rasa percaya diri agar mereka mampu berkembang secara optimal,” tambah Khofifah.
Selain peningkatan layanan pendidikan, Pemprov Jawa Timur juga menyalurkan berbagai bantuan pendukung kepada murid berkebutuhan khusus, antara lain kursi roda hasil kerja sama Australia dan Global Village, alat bantu pendengaran dari Pemprov Jatim, serta bantuan biaya pendidikan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari dan Reni Astuti, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta Penjabat Konsul Jenderal Australia di Surabaya Simon Anderson.
Komitmen jangka panjang Pemprov Jawa Timur dalam mendukung pendidikan inklusif juga mendapatkan apresiasi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima piagam penghargaan atas dukungan selama 35 tahun dalam layanan deteksi dini anak dengan hambatan pendengaran dari Hearing AID East Java. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi kolaborasi lintas lembaga dalam memastikan penanganan dini gangguan pendengaran pada anak dapat dilakukan secara tepat sejak usia dini.
Melalui perluasan akses pendidikan inklusif, penguatan SLB, serta kerja sama lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memastikan negara benar-benar hadir bagi anak berkebutuhan khusus. Upaya ini diharapkan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)



Tinggalkan Balasan