Mobilitas Libur Panjang Meningkat, KAI Daop 4 Layani 139.477 Penumpang
Laporan: Bambang S
SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Lonjakan mobilitas masyarakat benar-benar terasa selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat angka fantastis: sebanyak 139.477 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api hanya dalam kurun tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026.
Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa moda transportasi rel masih menjadi primadona masyarakat di tengah momentum liburan. Dari total itu, 71.273 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, sementara 68.204 penumpang datang, menunjukkan arus mobilitas yang nyaris seimbang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa puncak keberangkatan terjadi pada Minggu (5/4/2026) dengan 25.068 penumpang diberangkatkan dalam sehari.
Sebaliknya, puncak kedatangan terjadi lebih awal, yakni pada Jumat (3/4/2026) dengan jumlah penumpang mencapai 27.347 orang. Kondisi ini menggambarkan gelombang kedatangan wisatawan dan pemudik yang lebih dulu memadati wilayah Daop 4 Semarang.
Hingga Minggu pagi pukul 09.00 WIB, tingkat keterisian kursi kereta api sudah mencapai 84 persen. Dari total 56.148 kursi yang disediakan, sebanyak 47.301 tiket telah terjual dan angka ini dipastikan masih akan terus bertambah hingga keberangkatan terakhir.
“Data ini masih bersifat sementara dan akan final setelah seluruh perjalanan selesai. Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau situs resmi,” jelas Luqman.
Sejumlah stasiun besar menjadi pusat kepadatan penumpang selama libur panjang ini. Berikut daftar stasiun dengan volume tertinggi:
Stasiun Semarang Tawang, 20.626 naik – 21.513 turun, Stasiun Semarang Poncol, 15.583 naik – 17.720 turun, Stasiun Tegal, 9.722 naik – 8.008 turun, Stasiun Pekalongan, 7.539 naik – 6.304 turun, Stasiun Pemalang, 3.942 naik – 2.909 turun.
Kepadatan ini menunjukkan geliat ekonomi dan mobilitas antar kota yang kembali hidup selama masa libur.
Di tengah lonjakan penumpang, kereta api kelas ekonomi masih menjadi pilihan utama. Selain tarif yang ramah di kantong, rutenya juga menjangkau berbagai kota strategis di Pulau Jawa.
Beberapa kereta favorit masyarakat antara lain:
KA Kedung Sepur, KA Ambarawa Ekspres, KA Kamandaka, KA Ciremai, KA Gunung Jati.
Kereta-kereta ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya bagi wisatawan domestik dan pelaku perjalanan jarak menengah.
Tak hanya soal transportasi, lonjakan penumpang ini juga berdampak langsung pada sektor pariwisata. KAI Daop 4 Semarang berharap tingginya mobilitas ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah tujuan wisata.
“Kereta api bukan sekadar alat transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman perjalanan yang menyenangkan sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tambah Luqman.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan 33 perjalanan kereta api jarak jauh setiap harinya. Berbagai langkah antisipatif juga dilakukan, mulai dari penambahan petugas hingga peningkatan pengamanan di stasiun.
Penumpang pun diimbau untuk:
Datang lebih awal ke stasiun, Memastikan jadwal sesuai tiket, Mematuhi seluruh aturan perjalanan.
Dengan strategi ini, KAI memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu meski di tengah lonjakan penumpang. (*)





Tinggalkan Balasan