Modus Penipuan Online Kian Canggih, Kominfo Jatim Gelar CERDIG XIII untuk Selamatkan Data Warga
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Meningkatnya aktivitas masyarakat di dunia digital menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap ancaman kejahatan siber, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur kembali menggelar program literasi digital CERDIG (Cerdas Digital Beruang Siber) Jilid XIII.
Kegiatan yang mengangkat tema “THR Utuh, Data Tangguh: Gembok Data Pribadi, Lepas dari Jebakan Scam dan Investasi Bodong” ini digelar secara daring pada Rabu (11/3/2026) dan diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja hingga komunitas digital.
Program CERDIG sendiri merupakan inisiatif berkelanjutan dari Pemprov Jawa Timur untuk meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih bijak dan aman dalam memanfaatkan teknologi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman keamanan siber.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya dituntut mahir menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga data pribadi.
“Melalui program CERDIG ini, kami ingin mendorong masyarakat Jawa Timur menjadi lebih cerdas dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital. Teknologi harus digunakan secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatnya penggunaan layanan digital seperti transaksi online, e-commerce hingga mobile banking membuat masyarakat semakin rentan menjadi target kejahatan siber.
Karena itu, literasi digital dinilai menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak berbagai modus penipuan online.
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Kominfo Jatim, Achmad Fadhlil Chusni, mengungkapkan bahwa momentum menjelang hari raya sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Menurutnya, ketika masyarakat mulai menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan melakukan banyak transaksi digital, para pelaku kerap melancarkan berbagai modus penipuan.
“Kejahatan siber saat ini semakin manipulatif. Pelaku memanfaatkan momentum hari besar dengan berbagai iming-iming keuntungan cepat maupun tautan berbahaya untuk menjebak masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa modus yang paling sering muncul di antaranya:
Scam atau penipuan online melalui pesan singkat maupun media sosial
Phishing melalui tautan palsu yang mencuri data pribadi
Investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap pesan mencurigakan, tidak sembarangan mengklik tautan, serta memastikan keamanan aplikasi yang digunakan.
Dalam kegiatan tersebut, Kominfo Jatim juga menghadirkan pakar keamanan siber, Budi Rahardjo, dosen dari Institut Teknologi Bandung sekaligus Founder dan Chairman ID-CERT (Indonesia Computer Emergency Response Team).
Ia menekankan bahwa kebocoran data pribadi sering kali terjadi karena kelalaian pengguna sendiri.
“Jangan mudah tergiur dengan tawaran keuntungan instan di internet. Selain itu, jangan sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak lain,” tegasnya.
Budi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif ketika mengunduh aplikasi di telepon genggam. Pasalnya, tidak sedikit aplikasi yang diam-diam meminta akses data pribadi pengguna.
Melalui kegiatan CERDIG XIII ini, Kominfo Jatim berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keamanan digital.
Program ini diharapkan mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang semakin canggih.
Dengan meningkatnya literasi digital, masyarakat diharapkan mampu menjaga keamanan data pribadi, bertransaksi secara aman, serta lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi di ruang digital.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat digital yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab,” pungkas Sherlita. (*)


Tinggalkan Balasan