Nastar Lumer dan Putri Salju Lembut, Dapur Mbak Lina Sine Dibanjiri Pesanan
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Jika biasanya suara merdu Mbak Lina menggema dari panggung hajatan hingga acara resmi instansi di Kabupaten Ngawi, kini irama berbeda terdengar dari dapurnya di Dusun Krajan RT 04 RW 03, Desa Sine. Denting loyang, gemericik mixer, dan harum mentega yang meleleh menjadi “lagu” baru yang mengiringi Ramadhan hari kedua ini.
Perempuan yang dikenal sebagai vokalis campursari asal Sine itu kini lebih sering “manggung” di depan oven. Saat bulan puasa tiba dan jadwal menyanyi mulai lengang, dapur rumahnya justru berubah menjadi panggung rasa. Dari sanalah lahir aneka cookies yang menggoda lidah dan bikin ketagihan.
“Job menyanyi memang sepi saat bulan puasa, Mas. Jadi kami isi kegiatan dengan bikin kue dan camilan,” ujar Mbak Lina sambil menata toples-toples kue yang baru matang, saat ditemui Suaraglobal.com.
Tak main-main, ragam kue yang diproduksi terbilang komplet, layaknya etalase toko kue khas Lebaran. Nastar berbalut selai nanas legit yang lumer di mulut, Putri Salju dengan taburan gula halus bak embun pagi, hingga kue kacang katengel yang gurih dan renyah. Ada pula lidah kucing tipis dan garing yang seakan meleleh saat digigit.
Aroma mentega dan gula yang karamelnya pas membuat siapa pun yang mencicipi sulit berhenti di satu keping saja. Setiap adonan diracik dengan takaran yang presisi, dipanggang hingga matang sempurna berwarna keemasan, lalu disusun rapi dalam toples bening siap kirim.
Pesanan pun berdatangan tak hanya dari tetangga sekitar Desa Sine. Warga dari desa-desa lain hingga luar kecamatan turut memburu cookies buatan Mbak Lina. Bahkan, sejumlah pelanggan sudah mengamankan stok untuk hari Lebaran jauh-jauh hari.
“Alhamdulillah, sudah banyak pesanan untuk Lebaran nanti. Kami antar sendiri ke pembeli, ada yang dari desa lain juga,” tuturnya dengan wajah sumringah.
Menariknya, usaha kue ini memang menjadi tradisi tahunan saat Ramadhan. Produksi biasanya hanya dilakukan di bulan suci, kecuali jika ada pesanan khusus di luar musim. Di sela kesibukan dapur, Mbak Lina tetap sesekali menerima undangan menyanyi. Belum lama ini, ia tampil menghibur dalam peringatan Hari Pers Nasional bersama rekan-rekan wartawan Ngawi.
Namun bagi Mbak Lina, Ramadhan kali ini punya makna berbeda. Selain menjadi bulan ibadah, juga menjadi momen menguatkan ekonomi keluarga. Di samping sang suami yang bekerja, hasil penjualan kue menjadi penopang tambahan yang tak sedikit artinya.
“Semua ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kami syukuri apa yang ada,” pungkasnya.
Dari panggung campursari hingga dapur penuh aroma mentega, Mbak Lina membuktikan bahwa kreativitas tak pernah berhenti. Jika biasanya ia menggetarkan hati lewat lagu, kini ia menaklukkan selera lewat rasa. Dan di setiap toples cookies buatannya, tersimpan manisnya perjuangan dan harapan menjelang Hari Raya. (*)



Tinggalkan Balasan