Laporan: Ninis Indrawati

MADIUN | SUARAGLOBAL.COM — Menyambut datangnya bulan Suro, bulan yang sarat dengan makna spiritual dan aktivitas budaya, Polres Madiun Kota mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan patroli gabungan di berbagai titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Aman Suro 2025, yang secara resmi dimulai pada Rabu (25/6/25), dengan tujuan menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan warga selama berlangsungnya tradisi dan ritual keagamaan yang biasa digelar di bulan ini.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K., menegaskan bahwa meskipun situasi keamanan saat ini relatif kondusif, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa.

Baca Juga:  Universitas Hang Tuah Pertegas Kiprah dalam Dunia Olahraga Mahasiswa: Jadi Tuan Rumah Tarung Derajat di Pomprov III Jatim

“Meski situasi saat ini tergolong stabil, kami tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Patroli besar akan terus digelar sebagai bagian dari Operasi Aman Suro 2025 yang dimulai besok,” ujar AKBP Wiwin.

Patroli ini melibatkan satuan gabungan dari berbagai fungsi kepolisian, termasuk Sabhara, Lalu Lintas, Intelijen, serta Reskrim, yang dikerahkan untuk menyisir sejumlah lokasi strategis seperti jalan protokol, pusat keramaian, terminal, pintu masuk kota, hingga padepokan-padepokan silat yang selama ini menjadi titik kumpul dalam rangka peringatan Suroan.

Kabag Ops Polres Madiun Kota, dalam keterangannya menambahkan bahwa patroli ini tidak hanya berfokus pada pencegahan tindakan kriminal, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis kepada warga.

Baca Juga:  Angka Pernikahan Melorot 30%, DPRD Jatim: Indonesia Hadapi Risiko Krisis Demografi

“Kehadiran polisi bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk memberi rasa aman serta menjalin kedekatan dengan warga. Kami ingin masyarakat merasa dilindungi dan didampingi,” ujarnya.

Melalui patroli ini, petugas aktif melakukan sambang dan dialog dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga ketertiban bersama. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan potensi gesekan, provokasi, dan benturan antar kelompok yang kerap kali terjadi di momen-momen sensitif seperti bulan Suro.

Tidak hanya itu, Polres Madiun Kota juga secara aktif mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu-isu provokatif, serta ikut berperan dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.

Baca Juga:  Aksi Nekat Pengedar Sabu di Sukoharjo Berakhir Bui, Barang Bukti Nyaris Dilenyapkan Ke Saluran WC 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga tradisi Suro dengan damai, tanpa kekerasan dan tanpa gangguan yang dapat meresahkan warga lainnya. Sinergi dengan masyarakat adalah kunci keberhasilan pengamanan ini,” tambah Kabag Ops.

Dengan pengamanan yang terstruktur dan pendekatan yang mengedepankan komunikasi serta empati, Polres Madiun Kota berharap rangkaian kegiatan selama bulan Suro dapat berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kearifan lokal yang damai dan harmonis. (*)