Orang Tua Wajib Tahu! Ini Cara Mengenali Campak Sejak Gejala Awal, Ini Tanda-tandanya
Laporan: Ninis Indrawati
BOJONEGORO | SUARAGLOBAL.COM – Ancaman penyakit campak kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Bojonegoro. Melalui Program Selamat Pagi (Sapa), RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro bergerak cepat memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, terkait gejala hingga cara penularan penyakit yang kerap dianggap sepele ini.
Dalam kegiatan edukasi yang digelar pada Rabu (8/4/2026), dokter spesialis anak, dr. Khairiyah Amalia, Sp.A, turun langsung memberikan penjelasan secara rinci kepada para orang tua. Ia menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit biasa yang bisa dianggap enteng.
“Campak tampak sederhana, tapi bisa menimbulkan komplikasi serius hingga menyerang otak,” ungkap dr. Khairiyah dengan tegas.
Menurutnya, campak memiliki gejala yang khas, mulai dari munculnya ruam kulit, batuk, pilek, hingga kondisi yang lebih berat seperti ensefalitis atau peradangan otak yang berpotensi membahayakan nyawa anak.
Data tenaga kesehatan menunjukkan bahwa sejak Februari 2026, telah tercatat lima kasus campak pada anak di Bojonegoro. Meski sebagian besar pasien dapat sembuh dalam waktu tiga hingga lima hari, potensi penyebaran virus ini tetap tinggi dan tidak bisa diabaikan.
Balita menjadi kelompok yang paling rentan terserang. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh mereka yang masih belum sempurna, sehingga lebih mudah terinfeksi virus.
dr. Khairiyah menjelaskan bahwa gejala awal campak sering kali menyerupai penyakit flu biasa, sehingga kerap tidak disadari oleh orang tua. Gejala tersebut meliputi:
Demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, Batuk dan pilek, Munculnya bercak putih kecil (bercak Koplik) di dalam mulut.
Setelah itu, ruam merah khas campak akan muncul saat demam masih tinggi dan perlahan menyebar ke seluruh tubuh.
“Yang perlu diwaspadai, penularan bisa terjadi sebelum gejala terlihat,” jelasnya.
Fakta yang cukup mengkhawatirkan diungkap dr. Khairiyah. Ia menyebutkan bahwa satu anak yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada 10 hingga 15 anak lainnya, hanya melalui percikan batuk atau bersin.
Hal inilah yang membuat penyakit campak sangat cepat menyebar, terutama di lingkungan padat seperti sekolah atau tempat bermain anak.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, dr. Khairiyah menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar terkait vaksin.
“Campak sebenarnya bisa dicegah. Imunisasi adalah perlindungan paling efektif untuk anak,” tegasnya.
Melalui Program Sapa, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kesehatan anak, sekaligus mencegah munculnya kasus campak yang lebih luas di masa mendatang. (*)




Tinggalkan Balasan