Pasmar 2 Dalami Dugaan Peluru Nyasar di Gresik, Libatkan Ahli Balistik dan Pindad

Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Kasus dugaan peluru nyasar yang terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini memasuki babak baru. Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya tak main-main penyelidikan diperkuat dengan pendekatan ilmiah, melibatkan ahli balistik independen hingga PT Pindad (Persero) demi mengungkap asal-usul proyektil secara presisi.

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menegaskan bahwa proses investigasi dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Tidak hanya mengandalkan keterangan lapangan, tim juga melakukan uji balistik dan simulasi tembak untuk memastikan lintasan serta jangkauan peluru.

Baca Juga:  RSUD Eka Candrarini Surabaya Timur Segera Dibuka, Fokus Layanan untuk Ibu dan Anak

“Penyelidikan masih berjalan. Kami melakukan uji balistik dan uji tembak untuk memastikan asal dan jangkauan proyektil secara akurat,” tegasnya, Minggu (12/4/2026).

Tak ingin gegabah, Pasmar 2 menggandeng ahli balistik independen guna menguji objektivitas hasil investigasi. Semua data dari lokasi kejadian dikumpulkan dan dianalisis secara mendalam mulai dari sudut tembakan, jenis proyektil, hingga kemungkinan sumber senjata.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kesimpulan yang dihasilkan benar-benar berbasis fakta ilmiah, bukan sekadar dugaan.

Baca Juga:  PUSBAKUM UIN Salatiga Hadirkan Hukum yang Membumi di Desa Giling: Dari Penyuluhan hingga Pendampingan Nyata

Keterlibatan PT Pindad (Persero) menjadi kunci penting dalam penyelidikan teknis. Sebagai produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista), Pindad membantu menguji spesifikasi senjata yang digunakan dalam latihan militer.

Hasil pengujian ini diharapkan mampu mengungkap apakah proyektil yang ditemukan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas latihan militer di wilayah tersebut.

Di tengah proses investigasi, Pasmar 2 juga menunjukkan sisi kemanusiaannya. Dua siswa yang menjadi korban langsung mendapatkan perawatan intensif, pendampingan, hingga bantuan santunan bagi keluarga.

Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen institusi terhadap keselamatan masyarakat sipil.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Magang! Undika Resmikan Praktik Profesional 40 SKS, Mahasiswa Turun Langsung ke Industri

Tak hanya investigasi internal, proses hukum juga terus berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut V. Pasmar 2 memastikan akan menghormati seluruh tahapan hukum dan menjaga transparansi dalam penanganan kasus.

Insiden yang terjadi saat kegiatan sekolah pada 17 Desember 2025 ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan latihan militer. Pasmar 2 menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap prosedur latihan, termasuk peningkatan standar keamanan agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!