Perkuat Pembinaan Holistik, Kakanwil Ditjenpas Jateng Resmikan Masjid dan Green House di Lapas Perempuan Semarang

Laporan: Andi Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM — Upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan kembali diwujudkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah. Pada Rabu (19/11/25), Kakanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, meresmikan Masjid Fatimah Azahra serta Green House di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, dua fasilitas strategis yang diharapkan mampu memperkuat pembinaan spiritual dan keterampilan warga binaan.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh agama Ustadz serta Habib Hamid Sholeh Baagil, yang turut memberikan doa dan dukungan spiritual. Hadir pula perwakilan Travel Haji Fatimah Zahra, Zaenal Arifin, yang berperan dalam mendukung proses pembangunan masjid. Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan berita acara hibah, disaksikan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jateng dan Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil, Muhammad Susanni.

Baca Juga:  Dapur Harmoni: Langkah Inovatif Rutan Surabaya dalam Peningkatan Layanan Warga Binaan

Dalam sambutannya, Mardi Santoso menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ibadah bukan semata-mata simbol, tetapi bagian penting dari pembinaan moral dan mental warga binaan.

“Dari hasil pembangunan ini bukan hanya sebagai pembinaan moral, namun juga kerohanian,” ujar Mardi.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, Ade Agustina, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan masjid yang telah lama dinantikan.

“Alhamdulillah, pembangunan masjid ini telah selesai dengan bantuan berbagai pihak. Semoga hal ini menjadikan kegiatan keagamaan di sini semakin baik,” ungkapnya penuh haru.

Baca Juga:  Didik Karakter Lewat Alam: SMP IT Insan Madani Latih Siswa di Agrowisata Kuncen

Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah keagamaan oleh Habib Hamid Sholeh Baagil, yang memberikan motivasi dan pesan spiritual bagi para warga binaan, memperkuat suasana religius dalam momen tersebut.

Tak berhenti di sana, rangkaian kegiatan berlanjut dengan peresmian Green House, fasilitas pembinaan keterampilan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi warga binaan, khususnya dalam bidang budidaya tanaman. Mardi Santoso kembali menekankan pentingnya sarana ini sebagai bekal keterampilan.

“Green house ini menjadi media bagi warga binaan untuk belajar dan berlatih keterampilan yang bermanfaat. Pembinaan tidak hanya membangun karakter, tetapi juga membekali kemampuan agar mereka siap kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  19 SSK Satlinmas Se-Kabupaten Semarang Ikuti Apel Siaga Pengamanan Pileg dan Pilpres Tahun 2019

Green house ini nantinya akan menjadi wadah praktik budidaya tanaman bagi warga binaan, membuka peluang pengembangan keterampilan, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja setelah bebas.

Dengan hadirnya dua fasilitas baru ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan holistik, mulai dari aspek spiritual hingga pengembangan kompetensi kerja, demi mendorong warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap berintegrasi kembali di masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!