Polres Bondowoso Kerahkan Personel dan Tim SAR untuk Cari Survivor Korban Hanyut Asal Madura

Laporan: Ninis Indrawati

BONDOWOSO | SUARAGLOBAL.COM – Upaya pencarian terhadap seorang pria yang diduga hanyut di Sungai Sampeanbaru, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso terus dilanjutkan hingga hari kedua. Puluhan personel Polres Bondowoso bersama tim SAR gabungan diterjunkan untuk melakukan penyisiran intensif guna menemukan korban bernama Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura.

Selain Polres Bondowoso, operasi pencarian juga melibatkan tim SAR dari Jember dan Banyuwangi serta relawan lokal yang turut memberikan dukungan lapangan.

Arus Deras Jadi Kendala Utama

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan bahwa tim memulai pencarian dari titik awal dugaan lokasi kejadian hingga wilayah Dam 2 dengan metode penyisiran manual di sepanjang tepi sungai. Kondisi arus Sungai Sampeanbaru yang deras menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Baca Juga:  Catwalk Batik di Gerbang Sekolah: 157 Siswa Stella Matutina Warnai Peringatan Hari Batik Nasional

“Pencarian kemarin dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun dihentikan karena cuaca hujan,” ujar AKBP Aryo saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Menunggu Tim Bosamba Sebagai Sweeper Sungai

AKBP Aryo menambahkan bahwa saat ini tim masih menunggu kedatangan tim Bosamba, kelompok yang dikenal memiliki pemahaman mendalam mengenai karakter sungai dan dinamika aliran air di Sampeanbaru.

Kehadiran tim tersebut dinilai krusial sebagai sweeper sebelum pencarian dilanjutkan menggunakan perahu.

“Pertimbangan utama kami adalah arus sungai yang deras dan kontur batuan yang cukup berbahaya. Karena itu, kami menunggu tim Bosamba untuk memastikan teknis dan keamanan sebelum turun ke sungai,” jelasnya.

Baca Juga:  Diterjang Hujan dan Angin Kencang di Salatiga, Pohon Mahoni Roboh: Polisi dan Warga Kompak Evakuasi

Penyisiran Ulang Dilakukan dengan Jalan Kaki

Sejak pagi, personel Polres Bondowoso bersama tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran ulang di sepanjang bantaran sungai. Metode ini dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalur yang dinilai berpotensi menjadi titik korban tersangkut atau terhenti.

Namun, cuaca buruk membuat pencarian harus dihentikan sementara sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan tim SAR dan Bosamba.

Keluarga Ikut Libatkan Diri dalam Pencarian

Selain aparat dan tim penyelamat, keluarga korban yang merupakan warga asli setempat turut turun langsung membantu pencarian. Mereka dinilai memahami titik-titik sungai yang biasa dilalui warga.

Baca Juga:  Diduga Rem Blong: Microbus Rombongan Pendaki Gunung Terguling di Turunan JLS Salatiga, Dua Orang Alami Luka-Luka 

“Di sini kita saling bersinergi dan berkolaborasi. Tujuan kita satu, yakni membantu mengevakuasi korban dan berharap bisa segera ditemukan,” tegas Kapolres.

Prioritaskan Keselamatan Tim di Lapangan

AKBP Aryo memastikan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal. Namun, aspek keselamatan seluruh personel lapangan menjadi prioritas utama mengingat kondisi sungai yang tidak stabil.

Hingga berita ini diturunkan, survivor belum ditemukan dan pencarian diperkirakan akan dilanjutkan kembali menyesuaikan perkembangan cuaca dan kesiapan tim Bosamba. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!