Laporan: Iswahyudi Artya

BONDOWOSO | SUARAGLOBAL.COM – Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso kini tengah intensif menyelidiki kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari. Kasus ini melibatkan seorang pria berinisial SG, yang diduga mencuri buah alpukat milik Mahfud, salah satu warga setempat, dari pohon yang tumbuh di lahan pribadinya.

Mahfud melaporkan bahwa ia mengalami kerugian mencapai Rp 6 juta akibat hilangnya sejumlah besar buah alpukat. Menurut pengakuannya, buah-buah tersebut dipetik tanpa izin oleh SG, yang diduga bekerja sama dengan seorang pria lain yang hingga kini masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Baca Juga:  Kakanwil Ditjenpas Jateng Lantik 18 Pejabat Baru: Wujudkan Adaptasi dan Kembangkan Potensi

Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Joko Santoso, mengonfirmasi bahwa penyelidikan telah dilakukan sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku. “Penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk akta jual beli lahan dan rekaman video yang memperlihatkan tindakan tersangka saat melakukan pencurian,” ujar Joko dalam pernyataannya.

Berdasarkan keterangan saksi mata, SG dan rekan kerjanya menggunakan galah untuk memetik buah alpukat dari pohon yang berada di lahan milik Mahfud. Setelah berhasil memetik buah-buah tersebut, keduanya membawa sekarung alpukat ke rumah SG. Namun, hingga saat ini, tersangka SG belum memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, meski telah dipanggil untuk pemeriksaan.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Pemudik ke Jakarta Diperkirakan Pada H+3 Dan H+4 Lebaran, Berikut Himbauan Menhub Budi Karya Sumadi

“Tersangka SG tidak hadir dalam panggilan pertama dengan alasan kondisi kesehatan,” ungkap AKP Joko. Meski demikian, penyidik Polres Bondowoso masih menunggu kehadiran SG untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Di sisi lain, upaya pencarian terhadap rekan SG terus dilakukan.

Baca Juga:  Wakapolrestabes Surabaya Hadiri Puncak Perayaan Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya ke-731 di Balai Kota Surabaya

Kasus ini menuai perhatian luas di kalangan masyarakat Desa Sukosari Lor, terutama mengingat nilai kerugian yang cukup besar serta keberadaan bukti yang menguatkan dugaan pencurian. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini dengan mengedepankan prinsip penegakan hukum yang adil dan profesional. 

“Kami akan terus mengusut kasus ini sampai tuntas sesuai mekanisme yang berlaku, tanpa terkecuali,” tegas AKP Joko, menekankan pentingnya ketertiban hukum dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. (*)