Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka menyukseskan Operasi Patuh Semeru 2025, Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus menggencarkan upaya edukasi keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. Salah satu kegiatan terbaru berlangsung di SMA Negeri 19 Kenjeran pada Rabu, 16 Juli 2025, dengan menghadirkan petugas kepolisian sebagai narasumber utama.

Kanit Lalu Lintas Polsek Kenjeran bersama anggotanya turun langsung ke sekolah untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya disiplin dalam berkendara. Mereka menyampaikan materi seputar aturan lalu lintas, pentingnya memiliki SIM, serta risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat pelanggaran.

Baca Juga:  Tim Gugus Tugas Penanganan New Normal Covid-19 Meninjau BLK Cilacap Utara

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah. Guru dan siswa tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan secara interaktif dan diselingi tanya jawab. Edukasi ini bertujuan membentuk kesadaran sejak dini mengenai keselamatan di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam Sayfudin Rodji, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menyampaikan bahwa pendekatan edukatif seperti ini sangat penting dalam menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar.

Baca Juga:  Karutan Salatiga Ajak Jajaran Rutan Salatiga Rayakan Hari Bakti Imipas dengan Aksi Sosial Berkelanjutan

“Kesadaran berkendara harus dimulai dari bangku sekolah. Kami mengingatkan agar siswa yang belum memiliki SIM tidak mengendarai motor. Hal ini demi keselamatan mereka sendiri dan pengguna jalan lain,” ujar Iptu Suroto.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi preventif yang dilakukan kepolisian selama Operasi Patuh Semeru 2025. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas, terutama di kalangan generasi muda.

Baca Juga:  Polda Jateng Akan Gelar Operasi Lilin Candi Jelang Perayaan Natal Dan Tahun Baru 2020/2021

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan kolaborasi yang erat antara institusi pendidikan dan aparat kepolisian. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang taat aturan dan menghargai keselamatan di jalan. (*)