Ramadhan Penuh Aksi! Dindik Jatim Gaungkan Sekolah Aktif dan Kreatif Lewat Gerakan Pendidikan Berdampak
Laporan: Ninis Indrawati
JATIM | SUARAGLOBAL.COM – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tak ingin berlalu begitu saja tanpa makna. Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyerukan gerakan besar: Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak.
Seruan ini bukan sekadar imbauan. Aries meminta seluruh SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta yang jumlahnya mencapai ribuan sekolah di Jatim, untuk bergerak aktif, kreatif, dan inovatif selama bulan puasa.
“Sekolah harus menjadi pusat pendidikan bermakna sekaligus ladang ibadah,” tegas Aries dalam rapat koordinasi virtual pada 18 Februari 2026.
Menurut Aries, Ramadhan adalah momentum emas membentuk karakter siswa. Bukan hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kepedulian sosial.
Lewat gerakan ini, setiap sekolah wajib menyelenggarakan minimal tiga kegiatan yang mencerminkan empat pilar utama:
Menguatkan spiritualitas, Meningkatkan produktivitas, Menebar kepedulian, Mendorong inovasi.
Gerakan ini memberi ruang luas bagi sekolah untuk berkreasi. Beberapa contoh kegiatan yang dianjurkan antara lain:
Pesantren kilat tematik, pembacaan Alquran, dzikir, dan kultum harian
Proyek mini berbasis karya siswa dan lomba konten edukatif
Inovasi pembelajaran kreatif selama Ramadhan
Bakti sosial dan sedekah, termasuk gerakan Ramadhan tanpa sampah plastik
Program Guru Asuh untuk mendampingi murid rentan
Tak hanya fokus ibadah, gerakan ini juga mendorong siswa tetap produktif dan berkarya meski menjalankan puasa.
Aries menegaskan, setiap kegiatan harus tetap menjaga kualitas pembelajaran inti, kedisiplinan, ketertiban, dan pelayanan publik. Keterlibatan komite sekolah serta orang tua juga diharapkan berjalan proporsional.
Tak berhenti di pelaksanaan, seluruh sekolah diwajibkan melaporkan kegiatan melalui Cabang Dinas masing-masing lengkap dengan dokumentasi serta dampak yang dihasilkan.
Kabar baiknya, inovasi terbaik akan dipublikasikan sebagai praktik baik tingkat provinsi.
Artinya? Sekolah-sekolah di Jatim punya panggung untuk menunjukkan kreativitas dan komitmen mereka dalam membentuk generasi berkarakter.
Melalui Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak 1447 H, Dinas Pendidikan Jatim ingin memastikan sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan pengasahan kreativitas.
Ramadhan tahun ini, sekolah-sekolah di Jawa Timur ditantang untuk tak sekadar menjalankan rutinitas melainkan menghadirkan pendidikan yang benar-benar berdampak. (*)


Tinggalkan Balasan