Refleksi Sebelum Berbisnis: Pemkot Surabaya Gelar Founders Bootcamp untuk Calon Founder Muda

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dan berkualitas melalui penyelenggaraan Founders Bootcamp 2026. Program ini diselenggarakan bersama Ozora Yatrapaktaja, Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur, dan Junior Chamber International (JCI), mengusung tema “Is Entrepreneurship the Right Path for You?”.

Berbeda dari program kewirausahaan yang dominan menonjolkan motivasi dan semangat untuk segera memulai bisnis, bootcamp ini dirancang sebagai ruang reflektif bagi anak muda Surabaya untuk memahami kesiapan diri sebelum benar-benar terjun menjadi founder.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya, dan rencananya dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, perwakilan perguruan tinggi, komunitas bisnis, hingga pengusaha muda dari Surabaya dan sejumlah kota di Jawa Timur.

Penguatan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa Surabaya saat ini menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi kota.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Gandeng AKD: Perkuat Sinergi Kepala Desa sebagai Garda Terdepan Keamanan

“Pengembangan ekonomi kreatif kami lakukan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan berkelanjutan, fasilitasi promosi dan pemasaran, hingga pembukaan akses jejaring dengan sektor swasta. Termasuk pula penyediaan ruang publik dan event sebagai etalase karya kreatif,” ujar Herry.

Ia menambahkan bahwa persoalan utama ekosistem kreatif Surabaya saat ini bukan lagi soal jumlah pelaku usaha, melainkan kualitas, ketahanan, dan keberlanjutan model bisnis.

“Karena itu, fokus kami saat ini adalah penguatan kapasitas dan penciptaan pasar. Bukan sekadar menambah jumlah kegiatan atau pelaku,” tegasnya.

Bootcamp Hadir di Titik Kritis: Tahap Pengambilan Keputusan

Dalam konteks tersebut, Founders Bootcamp 2026 disebut berperan strategis karena menyasar fase paling krusial dalam proses kewirausahaan: keputusan menjadi founder.

Banyak startup dan usaha rintisan tumbang bukan karena kurang ide atau inovasi, melainkan karena ketidaksiapan mental, minimnya pemahaman risiko, hingga tujuan berwirausaha yang belum matang.

Baca Juga:  Pabung Kodim 0714/Salatiga, Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik 2019

Founder Ozora Yatrapaktaja, Margaret Srijaya, menjelaskan bahwa bootcamp ini tidak didesain untuk mendorong semua peserta langsung membuka usaha, melainkan untuk membantu mereka menjawab pertanyaan fundamental: “Benarkah berwirausaha adalah jalan yang tepat bagi saya?”

“Program ini menekankan pentingnya kesadaran diri, ketahanan mental, dan pemahaman ekosistem bisnis sebagai fondasi utama seorang founder,” ujar Margaret.

Asesmen Kesiapan Founder Melalui Cavlent Test

Salah satu inti program adalah pelaksanaan CAVLENT Test, sebuah asesmen yang mengukur pola pikir, karakter pengambilan keputusan, serta respons individu dalam menghadapi ketidakpastian.

Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi bahan refleksi personal yang diperdalam melalui sesi diskusi panel bersama akademisi dan praktisi.

Diskusi panel akan menghadirkan narasumber lintas sektor, di antaranya:

Margaret Srijaya – Ketua Umum Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur

Aristia Chen – Ketua Bidang UMKM & CMO Mazuta Group Indonesia

Risa Santoso – Ketua Bidang Pendidikan & Riset, sekaligus Rektor Institut Teknologi & Bisnis ASIA

Baca Juga:  Cegah Oplosan, Polres Ngawi Pantau Pasar hingga Supermarket, Ini Jelasnya 

Jay Adinata – Co-founder & CMO Cavlent

“Kami percaya kewirausahaan bukan tentang siapa yang paling cepat memulai, tetapi siapa yang paling siap. Founders Bootcamp membantu peserta memahami apakah mereka sudah siap menjadi founder hari ini, atau masih perlu bertumbuh terlebih dahulu,” tambah Margaret.

Dorong Perempuan Muda dan Positioning Surabaya sebagai Kota Startup

Kolaborasi dengan Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur juga turut memperkuat fokus pada peningkatan kapasitas perempuan muda agar memiliki daya saing dan ketahanan dalam dunia usaha.

Dukungan Pemkot menegaskan posisi Surabaya sebagai kota yang ramah terhadap startup dan wirausaha baru, terutama melalui inisiatif Surabaya Startup Founder.

Founders Bootcamp 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan founder yang produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran diri, ketahanan mental, dan kemampuan menciptakan dampak sosial bagi lingkungan dan bagi Kota Surabaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!