Rem Mengunci, Trailer Terjun 6 Meter di Lingkar Salatiga! Sopir Luka-Luka
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM β Turunan tajam di Jalan Lingkar Salatiga kembali memakan korban. Sebuah truk trailer tanpa muatan terjun ke jurang sedalam enam meter di wilayah Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Selasa (17/2/2026) sore.
Truk bernomor polisi B 9678 THE itu dikemudikan Solikin, warga Pati. Ia tengah melaju dari Semarang menuju Boyolali untuk mengambil muatan onderdil ekskavator. Namun nahas, saat memasuki jalur menurun yang dikenal rawan, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Menurut keterangan di lokasi, rem belakang kiri tiba-tiba mengunci. Trailer yang melaju cukup cepat langsung kehilangan kendali. Badan kendaraan oleng ke kiri, menghantam pembatas beton di tepi jalan hingga pecah, lalu menabrak pohon sebelum akhirnya terguling dan terperosok ke dasar parit.
Suasana di lokasi sempat mencekam. Warga sekitar berlarian mendekat setelah mendengar suara benturan keras. Dari atas jalan, terlihat badan truk teronggok di dasar jurang. Kabin bagian depan ringsek berat. Kaca depan pecah, bodi terlipat, dan bagian moncong kendaraan penyok parah.
βRem belakang kiri mengunci. Tahu-tahu sudah oleng,β ujar Agus, rekan sesama sopir korban, yang berada di lokasi kejadian.
Beruntung, Solikin selamat dari maut. Meski kabin ringsek, ia berhasil keluar dari kendaraan dengan kondisi sadar. Korban mengalami luka pada bagian kaki dan tangan. Petugas dan warga kemudian mengevakuasinya dan membawanya ke RSUD Kota Salatiga untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga malam hari, bangkai truk masih berada di dasar jurang. Proses evakuasi belum dapat dilakukan karena dibutuhkan crane berkapasitas besar untuk mengangkat badan trailer dari kedalaman enam meter tersebut. Petugas berencana melakukan pengangkatan setelah peralatan berat tiba di lokasi.
Karena kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain, penanganan dilakukan tanpa proses hukum lanjutan. Namun peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa turunan di kawasan Lingkar Salatiga, khususnya wilayah Argomulyo, memerlukan kewaspadaan ekstra dari para pengemudi, terutama kendaraan berat.
Warga berharap ada evaluasi tambahan terkait keselamatan di jalur tersebut, mengingat kondisi turunan panjang kerap menjadi momok bagi sopir truk yang melintas. (*)



Tinggalkan Balasan