Resmi! Muthoin Jadi Sekda Salatiga, Robby Hernawan Tekankan Birokrasi Harus Profesional dan Solid
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Tongkat estafet kepemimpinan birokrasi di Kota Salatiga akhirnya resmi berpindah tangan. Drs. Muthoin MSi kini sah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif setelah dilantik langsung oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, pada Selasa (17/3/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga itu menjadi momen penting, sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan penjabat sekda yang sebelumnya juga diemban oleh Muthoin.
Muthoin menggantikan posisi Sekda sebelumnya, Wuri Pudjiastuti, yang telah memasuki masa purna tugas. Sebelum resmi dilantik, ia sudah lebih dulu mengemban amanah sebagai penjabat sekda, mengisi kekosongan jabatan strategis tersebut.
Penunjukan Muthoin bukan tanpa proses. Ia harus melalui tahapan seleksi terbuka yang ketat dan transparan. Dalam tahap akhir, Muthoin bersaing dengan dua kandidat kuat lainnya, yakni Agung Hendratmiko dan Sidqon Effendy.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan kompetitif. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam menerapkan sistem merit dalam birokrasi.
“Semangat profesional harus terus dijaga dan ditingkatkan demi kemajuan Kota Salatiga,” tegas Robby dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Robby menekankan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak birokrasi.
Sekda dituntut mampu menjadi jembatan antara kepala daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari menerjemahkan kebijakan, memperkuat koordinasi lintas instansi, hingga mendorong peningkatan kinerja serta inovasi aparatur sipil negara.
“Ke depan tantangan birokrasi semakin kompleks. Dibutuhkan kerja keras, sinergi, dan orientasi pada hasil,” imbuhnya.
Sementara itu, Muthoin mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga meminta dukungan dari seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan maksimal.
Dalam pernyataannya, Muthoin menyampaikan filosofi kepemimpinan yang menjadi pegangan dirinya dalam mengemban tugas sebagai Sekda.
“Sekda harus lurus, leres, laras, luas, dan luwes. Jabatan ini adalah cobaan sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Dengan dilantiknya Muthoin sebagai Sekda definitif, diharapkan roda birokrasi di Kota Salatiga semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan. (*)



Tinggalkan Balasan