Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan-Gresik, Khofifah: Fasilitas Harus Dijaga Demi Pendidikan Berkualitas

Laporan: Ninis Indrawati

LAMONGAN | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan melalui program revitalisasi dan rehabilitasi puluhan sekolah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan revitalisasi 51 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Program tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur.

Peresmian program revitalisasi ini dipusatkan di SMAN 2 Lamongan dan ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis oleh Gubernur Khofifah.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa prasasti yang ditandatangani bukan sekadar simbol pembangunan fisik, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun.

“Prasasti ini bukan hanya tanda bahwa bangunan telah selesai. Ini adalah pengingat bahwa apa yang sudah dibangun harus kita jaga bersama,” ujar Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan para kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memastikan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas tersebut.

Baca Juga:  Semarak Kemerdekaan Penuh Makna: Warga Binaan Rutan Salatiga Rayakan HUT RI dengan Lomba Tradisional

Ia mengajak seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk melakukan monitoring dan perawatan secara berkala agar sarana prasarana tetap dalam kondisi baik dan mendukung proses belajar mengajar.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, tertata, dan terawat akan memberikan dampak positif bagi kenyamanan siswa serta kualitas pembelajaran.

“Lingkungan belajar yang aman dan nyaman akan membantu siswa berkembang lebih optimal,” tegasnya.

Tak hanya memperbaiki infrastruktur pendidikan, program revitalisasi ini juga terintegrasi dengan penguatan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).

Program tersebut saat ini telah diterapkan di sekitar 75 sekolah di Jawa Timur.

Melalui SIKAP, para siswa diajak untuk belajar secara langsung mengenai budidaya tanaman, peternakan, hingga perikanan di lingkungan sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembelajaran keterampilan hidup dan kemandirian bagi para siswa.

Program ini dinilai penting untuk menanamkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan sekaligus melatih mereka memiliki jiwa inovatif.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program revitalisasi ini mencakup berbagai fasilitas penting yang menunjang aktivitas belajar.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Pimpin TFG: Siap Kawal May Day dengan Strategi Humanis dan Profesional

Beberapa fasilitas yang diperbaiki dan dibangun antara lain:

Ruang kelas, Laboratorium komputer, Laboratorium IPA, Ruang administrasi sekolah, Perpustakaan, Fasilitas sanitasi, Ruang praktik SMK yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri.

Untuk Kabupaten Lamongan, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp42,29 miliar yang digunakan untuk merevitalisasi 32 sekolah.

Sementara itu, Kabupaten Gresik mendapatkan alokasi Rp27,4 miliar untuk 19 sekolah.

Menurut Aries, revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus menyiapkan siswa SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi, menyambut positif program revitalisasi tersebut. Ia menilai dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan sangat membantu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Yuhronur menegaskan bahwa Pemkab Lamongan juga terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai program, salah satunya program beasiswa Perintis.

Program tersebut telah membantu sekitar 8.000 anak di Lamongan, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

“Kami berkomitmen memastikan anak-anak Lamongan mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Sinergi Pemkot Salatiga dan TNI AD, Bahas Tindak Lanjut SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis

Usai meresmikan program revitalisasi sekolah, Gubernur Khofifah bersama Bupati Lamongan dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur turut menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga sekolah.

Bantuan tersebut antara lain:

Paket sembako untuk 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah, Bantuan pendidikan dan sepatu sekolah bagi 20 siswa dari keluarga prasejahtera, Penyerahan Al-Qur’an kepada jajaran Forkopimda Lamongan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap seluruh elemen yang berperan dalam dunia pendidikan, mulai dari siswa hingga tenaga pendukung sekolah.

Program revitalisasi sekolah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan dan Gresik.

Dengan fasilitas yang lebih baik serta dukungan program inovatif, pemerintah berharap sekolah mampu melahirkan generasi Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Khofifah menegaskan bahwa investasi terbaik bagi daerah adalah investasi di sektor pendidikan.

“Kalau pendidikan kita kuat, maka masa depan Jawa Timur juga akan semakin kuat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!