RSUD Dr. Iskak Tingkatkan Kapasitas Layanan Jantung Lewat Kerja Sama dengan UNAIR
Laporan: Ninis Indrawati
TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM — Upaya peningkatan layanan kesehatan jantung di Jawa Timur kembali menunjukkan hasil positif. RSUD Dr. Iskak Tulungagung berhasil melaksanakan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) melalui kolaborasi strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu . Keberhasilan tindakan bedah jantung terbuka ini menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas layanan kardiovaskular di daerah kini semakin nyata, (29/11/25).
Program kerja sama RSUD Dr. Iskak dan UNAIR ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah jantung, yang selama ini masih terpusat di sejumlah rumah sakit besar. Antrean tindakan CABG di tingkat nasional bahkan bisa mencapai dua tahun, terutama di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Dengan adanya kolaborasi ini, pasien di Tulungagung dan sekitarnya kini dapat memperoleh pelayanan lebih cepat tanpa harus dirujuk jauh.
Kolaborasi Tim Medis Spesialis BTKV dan Anastesi
Operasi berlangsung dengan dukungan tim dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular UNAIR, di antaranya dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B Sp.BTKV Subsp.VE(K) dan dr. Danang Himawan Limanto, Sp.BTKV Subsp.VE(K), M.Ked.Klin.
Prosedur ini turut melibatkan tiga dokter spesialis anastesi berpengalaman:
Dr. Bambang Pujo Semedi, SpAN-TI., Subsp.TI(K), Subsp.An.Ped(K)
Dr. Philia Setiawan, SpAn-TI., Subsp.TI(K), Subsp.An.Kv(K)
dr. Nicolas P. Simamora, SpAn-TI., Subsp.TI(K)
Selain itu, dua guru besar sekaligus pakar senior BTKV dari UNAIR dan HBTKVI, Prof. Dr. med. Puruhito dan Prof. Dr. med. Paul L. Tahalele, hadir sebagai supervisor untuk memastikan standar tindakan berjalan optimal.
Manajemen RSUD Dr. Iskak: Lompatan Besar Bagi Pelayanan Jantung
Plt. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Dr. Iskak, Dr. Desi Lusiana Wardhani, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tersebut.
“Kerja sama ini bukan hanya soal tindakan operasi, tetapi juga bagian dari komitmen RSUD Dr. Iskak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui transfer ilmu dan teknologi medis,” ujarnya.
Plt. Direktur RSUD Dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes, menegaskan bahwa keberadaan layanan CABG di Tulungagung merupakan solusi konkret atas lamanya antrean nasional.
“Di RSUD Dr. Iskak pasien bisa langsung dilayani, sehingga masa tunggu bisa dipangkas hingga dua tahun,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan UNAIR merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang mendorong peningkatan layanan kesehatan jantung di daerah. Targetnya, hingga akhir 2025 terdapat sedikitnya tiga pasien yang menjalani operasi CABG di rumah sakit tersebut.
Prosedur Vital untuk Pasien Penyakit Jantung Koroner
CABG merupakan operasi pembuatan jalur pintas untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah baru diambil dari lengan, kaki, atau dinding dada, sehingga aliran darah menuju otot jantung kembali lancar. Teknik ini menjadi pilihan utama bagi pasien dengan sumbatan berat yang tidak dapat ditangani dengan pemasangan ring atau intervensi non-bedah.
RSUD Dr. Iskak sebenarnya telah melakukan operasi CABG sejak 2022, awalnya dengan pendampingan tim medis RS Harapan Kita. Seiring perkembangan, pengampuan dialihkan ke UNAIR sebagai bagian dari pengembangan kompetensi regional.
Operasi Perdana Berjalan Lancar
Operasi perdana kolaborasi RSUD Dr. Iskak–UNAIR diberikan kepada pasien berusia 63 tahun. Sebelum tindakan, pasien dan keluarga mengikuti doa bersama yang dipimpin petugas Bimbingan Rohani. Seluruh rangkaian operasi berjalan lancar dengan dukungan tim lintas bidang dan jajaran manajemen.
Hadir dalam proses operasi:
Kepala Bidang Penunjang Pelayanan, Sujianto, S.Kep., Ners., MMRS
Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan, dr. M. Ravi Tanwirul Afkara, MMRS
Dua dokter spesialis BTKV RSUD Dr. Iskak
Tim spesialis jantung
Manajemen rumah sakit dan tim pendamping dari UNAIR
Keberhasilan ini menandai babak baru layanan kardiovaskular RSUD Dr. Iskak sekaligus memperluas akses pelayanan jantung yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur. (*)



Tinggalkan Balasan