RSUD dr. Iskak Tingkatkan Kesadaran Bahaya HIV/AIDS di Hari AIDS Sedunia

Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, RSUD dr. Iskak Tulungagung menggelar serangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi pada Selasa (3/12/2024).

Baca Juga:  Jawab Isu Digitalisasi, BASIS Percaya ASN dan SDM Kabupaten Buru Tidak Krisis Moral

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV/AIDS serta pentingnya kesetaraan hak dalam akses layanan kesehatan.

Diprakarsai oleh Kelompok Staf Medis (KSM) Poli Seruni dan Poli Penyakit Dalam, tema tahun ini adalah “Take the Right Path: Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa.

Baca Juga:  Hari Juang Polri 2025 di Pasuruan: Dari Jejak Perjuangan hingga Tekad Pengabdian

Tema ini menyoroti pentingnya menciptakan layanan kesehatan yang inklusif, tanpa diskriminasi, bagi setiap individu, termasuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Dalam sosialisasi tersebut, para pemateri menjelaskan secara rinci tentang HIV dan AIDS. HIV, singkatan dari Human ,

Baca Juga:  Surabaya Terdepan Raih Adiwiyata 2025, 30 Sekolah Borong Penghargaan Nasional

Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penyakit ini dapat melemahkan tubuh sehingga sulit melawan infeksi.

“HIV sering kali tidak menunjukkan gejala yang mencolok pada tahap awal. Pasien bisa terlihat sehat selama lima tahun pertama. Namun, jika tidak ditangani, akan muncul berbagai komplikasi kesehatan yang serius,” ujar dr. Nuraida Wisudani, Sp.PD. KGEH, salah satu narasumber acara.

Baca Juga:  Rumah Layak, Hidup Lebih Baik: Bukti Kemanunggalan TNI-Rakyat di Sampang

Penularan HIV umumnya terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan transfusi darah yang terkontaminasi.

Selain itu, risiko penularan dari ibu ke bayi juga menjadi perhatian serius. “Pemeriksaan pada ibu hamil sangat penting untuk mencegah penularan kepada bayi,” tambah dr. Nuraida.

Baca Juga:  Satlantas Gresik Gelar Edukasi Keselamatan bagi Sopir Truk PT. KAS Manyar dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025

Pesan Penting: Jangan Diskriminasi ODH

Di tengah ancaman HIV/AIDS, dr. M. Jasin Jachja, Sp.PD., menekankan pentingnya memberikan dukungan kepada ODHA.

“Mereka berhak mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak. Jangan jauhi mereka. Sebaliknya, bantu mereka mendapatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Plt Bupati Hadiri Mabit SD Al-Muslim: Perkuat Nilai Keimanan di Tengah Tantangan Zaman

RSUD dr. Iskak juga berkomitmen mendukung target eliminasi HIV pada tahun 2030 dengan menyediakan layanan konseling dan tes sukarela (VCT). Poli Seruni, misalnya, melayani pemeriksaan VCT setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga selesai.

Acara yang digelar di ruang tunggu Poli Obgyn ini menarik perhatian banyak pengunjung. Selain mendapatkan informasi penting, peserta juga diberi kesempatan bertanya secara interaktif. Para penanya terbaik bahkan mendapatkan hadiah doorprize.

Baca Juga:  Mapolsek Torjun Jadi Kelas Lapangan: Siswa TK Al-Mubarok Antusias Belajar Bersama Polisi

Salah satu peserta, Rina, mengaku merasa lebih paham tentang HIV/AIDS setelah mengikuti sosialisasi. “Informasi ini sangat membantu saya memahami bagaimana cara mencegah penularan dan pentingnya mendukung ODHA,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, RSUD dr. Iskak berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya HIV/AIDS serta pentingnya memberikan dukungan bagi ODHA. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan masyarakat yang sehat, inklusif, dan bebas stigma. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!