Sekolah Madura “Naik Kelas”! 60 SMA, SMK, dan SLB Direvitalisasi, Khofifah Kucurkan Rp47,8 Miliar

Laporan: Ninis Indrawati

SAMPANG | SUARAGLOBAL.COM – Dunia pendidikan di Pulau Madura kini memasuki babak baru. Sebanyak 60 sekolah tingkat SLB, SMA, dan SMK di empat kabupaten Madura resmi mendapatkan revitalisasi sarana prasarana sekaligus bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Program besar ini merupakan bagian dari gerakan “MAMA MAU NAIK KELAS” yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendorong kualitas pendidikan di Madura semakin kompetitif.

Peresmian revitalisasi sekolah dilakukan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026). Momentum ini menjadi simbol dimulainya transformasi fasilitas pendidikan di wilayah Madura.

Menurut Khofifah, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada metode belajar, tetapi juga pada kualitas fasilitas sekolah yang memadai.

“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan kualitas layanan dan fasilitas yang memadai agar proses belajar maksimal dan optimal,” tegas Khofifah.

Dalam program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp47.831.355.253 untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan.

Baca Juga:  Danrindam IV/Diponegoro Buka Program Studi Pendidikan 132 Prajurit Siswa Bintara TA. 2023

Perbaikan yang dilakukan mencakup ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga sarana penunjang pembelajaran lainnya agar lebih nyaman, aman, dan modern.

Sebanyak 60 sekolah di empat kabupaten Madura menjadi penerima program revitalisasi, dengan rincian:

Kabupaten Bangkalan

13 SMA, 3 SMK.

Kabupaten Sampang

7 SMA, 5 SMK, 3 SLB.

Kabupaten Pamekasan

5 SMA, 8 SMK.

Kabupaten Sumenep

11 SMA, 3 SMK, 2 SLB.

Revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif sehingga siswa dan guru dapat menjalankan proses pembelajaran secara optimal.

Program MAMA MAU NAIK KELAS Dongkrak Prestasi

Program MAMA MAU NAIK KELAS yang merupakan singkatan dari Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas menjadi strategi khusus Pemprov Jatim untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Madura.

Program ini difokuskan pada peningkatan literasi, numerasi, serta jumlah siswa Madura yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Baca Juga:  Mediasi Dalam Rangka Menjaga Keamanan dan Ketertiban di Kutowinangun Kidul Salatiga

Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain:

Menunjuk 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project).

Memberikan pendampingan intensif bagi siswa menghadapi SNBP, SNBT, dan UTBK.

Menggelar try out dan asesmen berkala guna meningkatkan kesiapan siswa dalam seleksi masuk perguruan tinggi.

Khofifah pun menekankan pentingnya kerja sama antar kepala sekolah untuk mendorong lebih banyak siswa Madura menembus perguruan tinggi negeri.

“Kepala sekolah harus semangat mengantarkan putra putrinya di UTBK maupun SNBT,” ujarnya.

Bantuan Pendidikan untuk Siswa Berprestasi

Tak hanya revitalisasi sekolah, Pemprov Jawa Timur juga memberikan berbagai bantuan pendidikan guna memacu semangat belajar para siswa.

Bantuan tersebut meliputi:

Bantuan pendidikan Rp1 juta bagi 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera.

20 unit komputer untuk SMKN 2 Sampang guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Baca Juga:  Kapolres Kudus Tinjau Banjir dan Salurkan Bantuan ke Titik Pengungsian

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paiwai menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Madura.

Menurutnya, wilayah kepulauan dan daratan di Madura harus memiliki kualitas pendidikan yang setara agar peluang siswa untuk meraih prestasi semakin terbuka.

“Fokus kami tahun 2026 adalah akselerasi mutu akademik melalui prestasi murid-murid agar bisa masuk PTN,” ungkap Aries.

Dengan fasilitas sekolah yang semakin layak serta dukungan program akademik yang terarah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sekolah-sekolah di Madura benar-benar mampu “naik kelas”.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda Madura yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.

Transformasi pendidikan di Madura pun kini mulai bergerak dari ruang kelas yang lebih layak menuju masa depan yang lebih cerah bagi para pelajar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!