Seorang Pemuda di Waeapo EL alias E terancam 12 penjara Akibat Lakukan Kekerasan Seksual.

Laporan: Fajrin NS Salasiwa

NAMLEA | SUARAGLOBAL.COM – Kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang pemuda berinisial EL alias E,terhadap korban EE, saat ini sedang ditangani pihak kepolisian Buru.

Menurut laporan, pelaku EL alias E terancam hukuman penjara hingga 12 tahun guna mempertanggungjawabkan perbuatan asusila yang dilakukannya.

Baca Juga:  Setetes Darah untuk Kemanusiaan: Polres Nganjuk Rayakan Hari Jadi Polwan ke-77 dengan Aksi Donor Darah

Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

EL alias E di tetapkan tersangka berdasarkan

surat Penetapan Tersangka Nomor : S.Tap/56/XII/RES.1.4./2024/Reskrim, Tertanggal 25 Desember 2024.

Baca Juga:  Tak Sadar Api Dari Tungku Menjalar, Atap Dapur Warga Dusun Catak Terbakar

Kini tersangka EL alias E di tahan di rutan polres Buru untuk mempertanggung jawabkan prilakunya.

Kronologi kekerasan yang dilakukan terhadap korban EE bermula pada Selasa tanggal 24 Desember 2024 sekitar pukul 01.30 wit berlokasi di rumah Kontrakan Milik korban EE di Desa Grandeng Kec. Lolong Guba Kab. Buru.

Baca Juga:  Rumah di Tegalgondo Batu Jadi Tempat Pembibitan Ganja, Polres Batu Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Korban EE yang sedang tidur tiba-tiba korban EE kaget terbangun karena ada tangan yang sudah masuk kedalam celana milik korban.

Korban EE sontak bangun dan melihat pelaku EL alias E sudah duduk di depan korban dengan Posisi tangan Kanan pelaku EL alias E sudah dimasukan kedalam celana dan tangan kiri pelaku sedang memegang senjata tajam berupa parang.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Perketat Pengamanan di Lokasi Strategis Saat Arus Balik dan Libur Lebaran

Pelaku kemudian mengancam korban dengan senjata tajam tersebut agar mau melayani pelaku.

Akan tetapi korban menolak dan dengan Pelan pelan memegang parang tersebut lantas mengeluarkan kalimat \” Kalau mau uang ambil saja gak apa saya tidak Teriak lalu cari Perempuan lain diluar sana\”

Pelaku kemudian menolak dan menjawab korban dengan kasar \”Tidak ,saya tidak mau saya mau kamu layanı\”

Baca Juga:  Polres Tanjung Perak Luncurkan Operasi Patuh Semeru 2025, Fokus Penertiban Lalu Lintas

Kemudian korban berinisiatif menurunkan parang yang di pegang pelaku akan tetapi naas senjata tajam tersebut ditarik oleh pelaku sehingga mengenai tangan milik Pelapor.

Akibat Kejadian tersebut EE lantas melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Kantor Polsek Waeapo.

Baca Juga:  Kecelakaan Lalu-lintas Tak Terhindarkan di Simpang Gamol, Pengendara Motor Alami Luka Ringan

Pelaku kemudian diringkus dan dibawa ke kepolisian terdekat guna diproses selanjutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!