Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Kawasan hutan Gunung Lirliran di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Salam, Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadi saksi bisu amukan si jago merah yang melahap sebagian besar vegetasi di sana. Kebakaran hebat ini terjadi pada Senin, 12 Agustus 2024, tepatnya pukul 12:15 WIB.

Api yang berkobar dengan ganas itu berhasil dipadamkan berkat upaya cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk anggota Polsek Sine, Koramil, petugas Perhutani, relawan, Satpol PP, serta masyarakat setempat. Dengan alat-alat seadanya, mereka berjibaku melawan si jago merah yang menyebar dengan cepat akibat pohon jati yang mengering dan tiupan angin kencang.

Baca Juga:  Parade Senja di Akmil Magelang: Simbol Kesinambungan Kepemimpinan Nasional di Bawah Komando Presiden Prabowo

Pantauan langsung dari tim **Suaraglobal.com** menunjukkan bagaimana api merambat dengan cepat, hingga mencapai puncak Gunung Lirliran, tepat di dekat dua makam bersejarah, yakni makam Joko Buduk (Hariyo Bangsal) dan makam Ki Juru Martani (Mbah Jurutani). Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam akan rusaknya situs-situs bersejarah tersebut.

Baca Juga:  Sidoarjo Melompat ke Puncak: Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Utama 2025

Supriyadi, seorang mandor Perhutani, saat dimintai keterangan mengenai penyebab kebakaran, belum dapat memberikan penjelasan pasti. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memadamkan api bersama berbagai pihak dengan peralatan yang ada.

Aiptu Imam Mahfudi dari Polsek Sine dan Serda Wahyudi dari Koramil Sine menghimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka mengingatkan bahwa angin kencang dapat memicu percikan api yang berpotensi menyebar ke pemukiman warga.

Baca Juga:  KEMERIAHAN KARNAVAL BUDAYA HUT RI-77 MEMBUAT TUMPAH RUAH PADATI JALAN SERTA WARGA AMBARAWA MENJADI ANTUSIAS

Hingga berita ini diturunkan, petugas Perhutani masih dalam kondisi siaga, mengingat masih terlihat kepulan asap dari beberapa titik, menandakan bahwa api belum benar-benar padam. Kewaspadaan tinggi terus dijaga untuk mencegah kemungkinan kebakaran kembali berkobar di area yang sama atau menyebar ke wilayah lain. (*)