Singapura Lirik Surabaya! Proyek Air Minum dan Efisiensi Energi Masuk Radar Infrastructure Asia
Laporan: Iswahyudi Artya
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Kota Pahlawan kembali mencuri perhatian internasional. Kali ini, giliran Infrastructure Asia yang melakukan kunjungan kerja ke Surabaya untuk membahas peluang pengembangan proyek infrastruktur air minum dan efisiensi energi, Kamis (20/02/2026).
Kunjungan strategis ini turut melibatkan Enterprise Singapore serta jajaran manajemen Perumda Air Minum Surya Sembada. Pertemuan berlangsung hangat namun serius, membedah sejumlah tantangan sekaligus peluang besar yang dimiliki Surabaya dalam sektor layanan air bersih.
Delegasi dipimpin langsung oleh Deputy Executive Director Infrastructure Asia, Devin Chan. Fokus utama pembahasan adalah penjajakan kolaborasi strategis guna mendorong peningkatan kualitas layanan air bersih serta efisiensi operasional perusahaan daerah tersebut.
Dalam diskusi, pihak Infrastructure Asia menunjukkan ketertarikan kuat untuk mendukung proyek-proyek yang berorientasi pada:
Penguatan kapasitas produksi air bersih
Penurunan tingkat kehilangan air (non-revenue water)
Penerapan teknologi hemat energi dalam sistem pengolahan dan distribusi
Langkah ini dinilai krusial, mengingat kebutuhan air bersih di Surabaya terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan industri.
Infrastructure Asia sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Singapura yang berperan sebagai penghubung antara pemerintah, sektor swasta, serta lembaga pembiayaan internasional dalam pengembangan proyek infrastruktur berkelanjutan di kawasan Asia. Tak hanya bicara teknis, lembaga ini juga dikenal piawai dalam merancang skema pembiayaan yang solid dan berkelanjutan.
Di sisi lain, manajemen Perumda Air Minum Surya Sembada memaparkan tantangan nyata yang tengah dihadapi. Salah satunya adalah kebutuhan peningkatan tekanan dan kapasitas produksi guna menjangkau wilayah Surabaya Utara yang terus berkembang.
Tak hanya itu, persoalan kualitas air baku juga menjadi perhatian serius. Tingginya kandungan Dissolved Oxygen (DO) dan amonia dalam air baku berdampak pada meningkatnya penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan.
Kondisi tersebut mendorong perlunya adopsi teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan agar operasional tetap optimal tanpa membebani biaya produksi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting. Kedua belah pihak sepakat membuka ruang komunikasi lanjutan guna merumuskan langkah konkret kerja sama.
Sinergi internasional ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek infrastruktur air minum yang modern, efisien, serta berkelanjutan. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Surabaya.
Jika kolaborasi ini terwujud, Surabaya bukan hanya memperkuat ketahanan airnya, tetapi juga melangkah lebih jauh menuju kota dengan sistem utilitas yang cerdas dan hemat energi. (*)


Tinggalkan Balasan